Meskipun dikelilingi gengsi dan kewibawaan, Olimpiade justru kerap menjadi lahan subur bagi skandal akhir-akhir ini.
Mulai dari kontroversi juri pada 2002, penyelidikan suap penawaran tuan rumah, hingga pengunduran diri pejabat tinggi yang tertawarkan menjual tiket Olimpiade London 2012 di pasar gelap, Olimpiade modern kerap terasa rentan terhadap pihak-pihak nakal. Meski belum ada skandal taruhan besar yang terungkap, melonjaknya perjudian olahraga—khususnya di AS sejak legalisasi oleh Mahkamah Agung tahun 2018 dan kemunculan pasar prediksi seperti Kalshi—menjadi kekhawatiran nyata menyambut Olimpiade Musim Dingin 2026 di Milano Cortina.
Kini, ketika ratusan juta orang dapat bertaruh hanya dengan aplikasi, badan seperti Komite Olimpiade Internasional (IOC) mengambil langkah ekstra untuk mencegah skandal perjudian dan penipuan yang pernah mengguncang dunia olahraga profesional.
Dibandingkan acara sepopuler Super Bowl atau Piala Dunia, Olimpiade ternyata kurang diminati dalam sektor taruhan olahraga Amerika Utara.
“Volume taruhan untuk Kentucky Derby dalam dua hari saja lebih besar dari seluruh Olimpiade,” ujar Jeffrey Benson, manajer operasi olahraga di Circa, salah satu bandar taruhan terbesar dunia.
Beberapa faktor menyulitkan taruhan Olimpiade. Perbedaan waktu Italia-AS mengurangi minat taruhan saat acara berlangsung dini hari waktu AS. Banyak cabang juga memiliki babak penyisihan dan final, mengharuskan bandar menutup dan membuka pasar taruhan baru. Untuk cabang niche, terutama di Olimpiade Musim Dingin, bandar konvensional enggan repot membuka pasaran. Benson memperkirakan Olimpiade 2026 akan menyumbang kurang dari 0,01% dari total taruhan tahunan Circa.
Namun, tak semua platform mengabaikan Olimpiade.
“Sebagian besar acara ini tergantung pada inisiatif bandar taruhan dan kesediaan mereka mengerjakan pasaran,” kata Adam Bjorn, CEO Plannatech, platform teknologi taruhan global.
Bjorn menyebut beberapa platform, khususnya di luar Amerika Utara, mencatat volume “cukup besar” untuk Olimpiade. Mereka membuka taruhan untuk setiap cabang, sekalipun berisiko dimanfaatkan penjudi yang sangat ahli di bidang niche. Bjorn menambahkan, beberapa bandar sengaja menanggung kerugian di cabang tertentu sebagai strategi pemasaran untuk menarik pelanggan baru yang tertarik dengan gegap gempita Olimpiade.
Hoki es adalah primadona taruhan Olimpiade Musim Dingin, terutama dengan keikutsertaan pemain NHL di tim nasional. Bjorn yakin bandar di luar AS akan mencatat volume taruhan lebih tinggi untuk pertandingan hoki Olimpiade dibandingkan pertandingan NHL reguler.
Bahkan di pasar kecil, IOC tentu menjaga integritas taruhan, mengingat sejarah Olimpiade yang diwarnai skandal. Lembaga ini telah terlibat aktif memantau pasar taruhan sejak Olimpiade 2012 dan 2014 melalui OM Unit PMC, yang menggunakan Integrity Betting Intelligence System (IBIS).
Inisiatif dengan segelintir akronim mentereng ini tentu memunculkan pertanyaan: seberapa efektif kerja mereka?
Mengawasi Para Pengawas
Sejak platform judi olahraga legal berdiri, upaya eksploitasi pun terjadi. Hal ini melahirkan agensi integritas yang telah berevolusi selama beberapa dekade.
Menurut Bjorn, agensi modern berkembang pesat pada awal 2000-an, sebagian besar sebagai respons atas maraknya skandal pengaturan skor di tenis profesional. Insiden tersebut memicu pembentukan Tennis Integrity Unit pada 2008, yang disebut Bjorn sebagai salah satu pelopor analisis berbasis data untuk mendeteksi kecurangan secara proaktif. Dengan melacak pola taruhan langsung di berbagai bandar dan jaringan, agensi integritas dapat mengidentifikasi taruhan mencurigakan yang mengindikasikan kolusi, pengaturan pertandingan, atau upaya penipuan lain. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama tahun 2023 menunjukkan tren yang sangat positif, dengan peningkatan sebesar 5,01% secara tahunan. Hal ini didorong oleh kuatnya konsumsi rumah tangga dan ekspor. Namun, tantangan global seperti inflasi dan ketegangan geopolitik masih menjadi perhatian utama bagi para pembuat kebijakan. Oleh karena itu, diperlukan kewaspadaan dan langkah-langkah strategis untuk mempertahankan momentum ini.