Kanada sedang mempererat hubungan dengan China seiring upayanya untuk mengurangi ketergantungan ekonomi pada Amerika Serikat. Pergeseran kebijakan ini sebagian dipicu oleh kebijakan perdagangan agresif Presiden Donald Trump terhadap negara tetangga utara AS tersebut. Akibatnya, lebih banyak kendaraan listrik (EV) dari China akan segera memasuki pasar Amerika Utara.
Perdana Menteri Mark Carney mengumumkan hari ini di Beijing bahwa Kanada membentuk kemitraan strategis baru dengan China. Untuk memulai kemitraan ini, Kanada akan memotong tarif impor untuk kendaraan listrik China dan mengizinkan hingga 49.000 EV buatan China masuk ke pasar Kanada.
Langkah ini menandai perbedaan tajam dengan AS, yang menerapkan tarif 100% untuk EV China pada tahun 2024—suatu langkah yang ditiru Kanada tak lama kemudian.
Kanada berharap kesepakatan ini akan mendorong investasi baru China di dalam negeri, khususnya di sektor otomotif.
“Diharapkan dalam waktu tiga tahun, perjanjian ini akan mendrive investasi patungan China yang signifikan di Kanada bersama mitra tepercaya guna melindungi dan menciptakan lapangan kerja manufaktur otomotif baru bagi pekerja Kanada, serta memastikan pengembangan yang kuat pada rantai pasok EV Kanada,” demikian pernyataan Kantor Perdana Menteri dalam siaran persnya.
Sebagai gantinya, China bersedia menurunkan tarif untuk biji kanola Kanada—salah satu ekspor pertanian utamanya—menjadi sekitar 15% dari sebelumnya 85%, mulai 1 Maret mendatang.
Kanada juga menetapkan target untuk meningkatkan ekspor ke China sebesar 50% pada tahun 2030.
Pergeseran ini merupakan taruhan besar pada China, meskipun AS tetap menjadi mitra dagang terpenting Kanada. Pada 2024, China merupakan mitra dagang terbesar kedua Kanada dengan nilai perdagangan barang dua arah mencapai $118,9 miliar. Namun, angka tersebut hanyalah sebagian kecil dari perdagangan Kanada dengan AS, yang totalnya diperkirakan mencapai $762 miliar pada tahun yang sama.
Namun, Kanada tampaknya bersedia mengabaikan kesenjangan itu di tengah retorika dan kebijakan perdagangan Trump yang semakin eskalatif, termasuk wacana menjadikan Kanada negara bagian ke-51 AS. Trump telah mengenakan tarif atas beberapa barang Kanada, termasuk bea hingga 35% untuk produk tertentu yang tidak tercakup dalam Perjanjian AS–Meksiko–Kanada (USMCA), serta tarif baja yang mencapai 50%. USMCA sendiri rencananya akan ditinjau kembali pada tahun ini.
Carney mengatakan kepada wartawan pada Jumat bahwa meskipun hubungan Kanada dengan AS lebih dalam, luas, dan multisegi dibandingkan dengan China, hubungan dengan Beijing telah membaik dalam beberapa bulan terakhir dan menjadi “lebih terprediksi.”
Kanada dan China memiliki hubungan yang tegang selama satu dekade terakhir, terutama setelah otoritas Kanada menahan CFO Huawei Meng Wanzhou pada 2018 atas permintaan AS.
Ketika ditanya tentang kesepakatan baru Kanada ini, Trump berusaha terlihat santai.
“Tidak apa. Itu yang seharusnya dia lakukan. Maksud saya, adalah hal yang baik baginya untuk menandatangani kesepakatan dagang. Jika kamu bisa mendapat kesepakatan dengan China, lakukanlah,” ujar Trump, sebagaimana dilaporkan The Hill.