Jika Anda seorang orang tua, pasti pernah merasakan momen singkat ketika anak Anda cemburu pada ponsel Anda. Sebuah studi yang diterbitkan bulan lalu mengatakan perasaan bersalah itu memang beralasan. Penelitian ini menemukan bahwa anak-anak yang merasa orang tuanya kecanduan ponsel bisa mengalami masalah ikatan emosional yang bertahan hingga masa remaja.
Studi ini dimuat di jurnal ilmiah Frontiers in Psychology dan melibatkan 600 remaja berusia 12 hingga 17 tahun yang dikumpulkan melalui perusahaan survei online Qualtrics. Para peneliti menemukan hubungan antara anak-anak yang menganggap orang tuanya sibuk dengan ponsel dan anak-anak yang melaporkan gejala "kelekatan tidak aman" (insecure attachment).
Kelekatan tidak aman adalah istilah yang sudah dikenal luas, biasanya diamati pada bayi dan menjadi prinsip penting dalam pola asuh anak. Menurut teori kelekatan, anak dengan masalah ini terbagi menjadi dua tipe: anak "penghindar" yang menjauh dan anak "cemas" yang selalu ingin dekat.
Hasil studi ini menunjukan bahwa kedua tipe anak—penghindar dan cemas—muncul ketika orang tua sering teralih perhatiannya oleh ponsel. Para peneliti menggunakan kuesioner khusus bernama Device Attachment Interference Scale (DAIS) untuk remaja. Kuesioner ini menanyakan hal-hal seperti: apakah menurut remaja perhatian orang tua "mengganggu hubungan kami", atau apakah orang tua "sama sekali tidak punya cukup perhatian karena perangkatnya", mereka juga merasakan diacuhkan saat orang tua memegang ponsel.
Para ilmuwan membandingkan hasil kuesioner itu dengan kuesioner standar tentang kelekatan untuk memastikan hubungan tersebut nyata, bukan kebetulan. Anak yang orang tuanya suka bermain ponsel ternyata mendapat skor lebih tinggi untuk kecemasan dan cenderung menghindar.
Sayangnya studi ini tidak membuktikan bahwa karena orang tua kecanduan ponsel maka anak pasti bermasalah. Bisa jadi sebaliknya: remaja yang sudah merasa tidak nyaman lebih peka dengan kesibukan orang tua saat main ponsel. Para peneliti juga mengakui hal itu.
Sekarang ini banyak tuntutan hukum terhadap perusahaan media sosial karena masalah anak dan kesehatan mental. Salah satu penulis studi yang juga psikolog media, Don Grant, mengatakan keadaan lewat handphone telah kita sadari kini juga mempengaruhi banyak pihak”. Dia menambahkan bahwa orang tua "tidak kebal terhadap dorongan dan manipulasi psikologis" yang bisa kita dapat saat online.