Snap & Grab: Game Heist Glamor Era 80-an yang Memadukan ‘Hitman’ dan ‘Pokémon Snap’

Di Summer Game Fest, aku mencoba salah satu game yang santai dan bergaya, bikin pengen punya teman buat main bareng di sofa. Tapi alih-alih petualangan ko-op, Snap & Grab justru game heist di mana pemain jadi fotografer fashionista yang mencuri harta mewah dari orang kaya tolol buat mengisi penthouse-nya.

Snap & Grab adalah debut studio No Goblin, yang demo-nya ada di area tertutup penerbit Annapurna Interactive di festival gaming tahunan ini. Aku masuk ke area Annapurna dan langsung disambut nuansa tahun 80-an—TV kayu besar, boombox, tumpukan CD—cocok banget sama vibe game ini.

Pas nyalain demo di PC, aku langsung terhanyut dalam dunia game-nya, penuh dengan energi pop & glam, kayak main di video klip Madonna zaman dulu. Aku memerankan Nifty Nevada, si protagonis (atau antagonis, tergantung apakah mencuri dari orang kaya sombong itu kejahatan atau nggak). Nifty memanfaatkan pekerjaannya sebagai fotografer seleb buat memindai rumah sosialita kaya dan mencari cara terbaik buat mencuri karya seni mereka.

Yang unik? Nifty nggak mencuri sendiri. Supaya terhindar dari tuduhan, dia memotret rintangan buat tim minionnya. Ada penjaga? Foto wastafel biar minionmu membanjirinya sampai penjaga terpeleset. Si orang kaya lagi deket karya seni? Foto pemutar biar musik di ruangan lain berhenti sebagai gangguan.

"Inspirasi utamanya adalah Hitman bertemu Pokémon Snap, dengan sentuhan Carmen San Diego, perempuan tangguh," kata Cessia Castillo, level designer No Goblin yang memandu demo ini.

Game lengkapnya punya lima level, tapi di demo cuma satu yang bisa dimainin. Tiap level punya alasan buat dimainin ulang karena ada banyak cara menyelesaikan misi. Castillo bilang ada belasan target curian per level, tapi pemain bisa mencuri lebih kalau mau. Ada juga tantangan foto dan kru baru buat tim heist. Sistem progresinya bakal buka kemampuan baru seiring banyaknya barang yang dicuri.

MEMBACA  Indonesia Mendorong Perkembangan Industri Semikonduktor dan Kecerdasan Buatan (AI)

"Nanti Nifty bisa melempar hot dog cukup jauh," kata Castillo. (Aku nggak bisa bayangin gimana itu bakal berguna.)

Di demo, aku nemu satu cara buat mencuri tengkorak berhiaskan permata, tapi Castillo bilang ada yang main bareng teman-temannya dan heboh ngasih ide sudut heist alternatif.

"Ada grup yang kolaborasinya kacau—’foto itu, pake buat ganggu orang itu, matikan lampu biar patung meleleh’—mereka bilang seru banget bisa main couch co-op," ujarnya.

Nggak cuma karya seni mahal, pemain bisa mencuri hal lain juga.

"Di level selanjutnya, mungkin ada penguin yang sedih di akuarium dan ternyata jago melukis. Ayo bawa pulang," canda Castillo.

Game ini satire yang mengolok-olok kebiasaan orang kaya norak dan tamu pesta mereka. Tim No Goblin sadar betul soal kelas—benda bersejarah diabaikan demi barang yang dihargain orang kaya. Bahkan, mencuri bisa bikin detektif yang membuntuti Nifty terkesan. Mungkin… ada sesuatu yang lebih romantis?

"Mungkin," Castillo tersirat. (Opsional.)

Dari setting glamor 80-an, mekanik unik, sampai humor absurd, Snap & Grab punya banyak karakter. Nggak ada gagal—pemain bisa terus motret sampai nemu jalan heist yang berhasil—bikin game ini santai tapi penuh kepribadian.

"Cocok buat yang suka puzzle eksplorasi atau kompletin segala hal kayak aku. Juga buat yang demen humor aneh. Misalnya, ada yang bangga nyelametin 1.000 musang dari pabrik jaket bulu atau ngomongin fakta bahwa burung hantu punya kaki," kata Castillo.

Gamenya non-kekerasan, lebih banyak humor konyol. Castillo bilang favoritnya adalah saat pemain foto toilet dan game bilang ada yang hidup di dalamnya. "Itu ide gue," katanya.

"Aku akan bilang game ini buat orang-orang aneh," Castillo mengakui.

MEMBACA  Dapatkan Windows 11 Pro seumur hidup dengan harga kurang dari £12

Snap & Grab rilis di PC, PS5, dan Xbox tahun 2026.