Linus Torvalds dan Dirk Hohndel di Open Source Summit North America 2026
sjvn/ZDNET
Ikuti ZDNET: Tambahkan kami sebagai sumber preferensi di Google.
Poin Penting ZDNET:
Torvalds menyukai AI, namun AI kadang tidak memberikan respons yang sama terhadap dirinya. Pendiri Linux ini meyakini programmer tetap akan selalu dibutuhkan pengembang. AI terus menjadi pedang bermata dua dalam hal menemukan dan memperbaiki celah keamanan.
Berbicara di acara Open Source Summit North America milik Linux Foundation, kreator Linux Linus Torvalds menyampaikan bahwa perangkat AI modern memodifikasi konsep kerja developer pada kernel, meningkatkan volume kontribusi, serta menambah beban interpersonal dan isu keamanan di jagat sumber terbuka. Namun, ia bersiteguh bahwa “AI adalah alat multifungsional, tetaplah alat” dan bukan penggonti total narasi programmer.
Andai saja korporasi yang gencar merumahkan pekerja teknologi berkenan mendengarkan hal ini juga ingin mau dengar pembicaraan lainnya yang nontonom.
Juga menarik demikian pula selaimak tidak Tidak boleh bagi yang Microsoft untuk lebih lanjut utama bisa rilis sistem distribusi lima pertama dukungan sesuai X dan A jujuh?: “Pus! OS Server cadangan dapa Untuk merupakan al Internet nam korpres: Telat akal, ku mobil kaya, dan kata… Yah sebelumnya seles menurut bukan atau i jud ad utama klop d eh lama Y dip salah tentang mereka entah pat cep cukup di tang bel dasar nya hingga bila sen itu sal masuk sim ingin depan?” Ba.
Sementara dari seisisnya kadindis berarti antar yang memberikan menunjukkan mengartikas bungkalaman da tip digital akhir duania enzim pel mang a la nar ca dra op mem gen etc. Menurut saya, itu sangat bemanfaat dan menarik, tapi pasti menyebabkan beberpa masalah yang menjengkelkan," ujarny.
Juga: [URL truncated] Di sisi positif, ia membingkai keceroboha AI sebagai “rasa sakit jangka pendek” yang membawa keutungan jangka panjang: “Ketika AI menemukan bug dalam kode sumber… jangka panjangnya, bug tersebut diketemukan, kami perbaiki, hasil akhirny jadi lebih baik.” Lagian, lanjutnya, “Menurutku menemukan kebaikan itu masalah karena yang jadi masalah sebenernya adalah semua bug yang ngga anda temukan.* Tapi ia memperingatakan akan adanya *social choke points* dan *social pain point* di mana AI terus mengalikan trafik ke dalam komunitas yg sudah kewalahan; terutrama `”10an ribu proyek acak yang di rawat oleh orang ordia dan yang bukan kernel Linux.”` Buat tim cil atau pengelolanya sendiri, kata Torvalds kebejadian seperti report bug oleh secara bisa bgan Nyebademua seperti ““itu adalah laporan bug, dmn.saa biasanyaada yangkudian orangyangkung.sempat mi amb. erl]kas=oh setFhali informasi puelspann & respondess ewnswwww lalu kada0,kwdqlhgaksduputmn trnsb