Kelebihan dan Kekurangan
Kelebihan
- Dukungan audio hi-res
- Integrasi multi-ruangan
- Dukungan Dolby Atmos
Kekurangan
- Lebih mahal dari pesaing
- Pengaturan EQ yang kurang jelas
Sonos mungkin telah menjadi nama paling dikenal di pasar speaker rumah untuk beberapa waktu, namun Denon punya pendapat berbeda. Perusahaan baru-baru ini meluncurkan jajaran speaker rumah generasi kedua: Denon Home 200, Home 400, dan Home 600.
Denon Home 400 adalah pilihan menengah dalam jajaran tersebut, dan dirancang untuk bersaing langsung dengan Sonos Era 300. Ia memiliki faktor bentuk besar yang serupa, speaker atas (up-firing) untuk Dolby Atmos, serta segudang fitur streaming pintar. Speaker ini juga dibangun di atas platform audio multi-ruangan HEOS milik perusahaan, untuk integrasi dengan speaker dari jajaran lain yang kompatibel dengan HEOS.
Sonos telah menghabiskan waktu bertahun-tahun menyempurnakan penawaran speaker pintarnya, dan Era 300 adalah contoh bagus dari hasilnya. Dapatkah Denon benar-benar menantang Sonos dengan alternatif yang kompetitif? Saya telah menggunakan Denon Home 400 untuk mencari tahu.
Ia Sebenarnya Sangat Pintar
Platform multi-ruangan HEOS mengelola segalanya di belakang layar, dan menangani hal-hal seperti streaming, pengalaman aplikasi, dan sebagainya dengan cukup baik. Saya justru menemukan bahwa ia mendukung semua fitur yang biasa saya andalkan di speaker Sonos. HEOS secara native mendukung beberapa platform streaming musik, termasuk Tidal, Qobuz, Amazon Music, dan lainnya, sementara konektivitas Apple Music bergantung pada AirPlay 2 speaker tersebut.
Home 400 bekerja dengan sangat baik secara mandiri, tetapi Anda juga dapat memasangkan dua unit untuk pemutaran stereo atau menggunakannya sebagai speaker surround nirkabel bersama Denon Home Sound Bar 550. Opsi ini sangat membantu jika Anda ingin membangun setelan ruang keluarga yang tepat tanpa menarik kabel speaker ke mana-mana — dan ini mencerminkan implementasi Sonos dengan soundbar-nya. Denon juga mendukung subwoofer yang kompatibel dengan HEOS untuk menambah ketebalan suara rendah.
Untuk koneksi fisik, tersedia Wi-Fi, port USB-C, input aux 3.5mm, dan mikrofon internal. Meskipun ekosistem HEOS mungkin tidak selengkap Sonos, dalam penggunaan sehari-hari, HEOS bekerja cukup baik. Pengaturan mudah, pengelompokan multi-ruangan dapat diandalkan, dan Anda mendapat cakupan di semua layanan streaming utama.
Kualitas Musik yang Luar Biasa
Di dalam Home 400, Anda akan menemukan total enam driver, termasuk dua tweeter, dua woofer 114mm (4,5 inci), dan dua driver atas (up-firing) yang didedikasikan untuk informasi ketinggian. Setiap driver memiliki amplifier Class D khususnya sendiri, memberikan kontrol yang presisi atas setiap elemen suara.
Komposisi akustik ini merupakan peningkatan besar dibandingkan generasi sebelumnya, Home 250, yang memiliki lebih sedikit driver dan tidak mampu menghasilkan pemutaran Atmos yang sebenarnya. Home 400 sebenarnya adalah speaker pertama yang mendukung HEOS dengan kemampuan pemutaran musik Dolby Atmos nyata, menggunakan driver up-firing fisik dibandingkan efek ketinggian virtual.
Anda dapat mendengar perbedaannya dalam konten yang kompatibel. Apakah Anda benar-benar ingin menggunakan Atmos saat mendengarkan musik adalah cerita lain. Saya terkadang menikmatinya, tetapi biasanya saya lebih memilih pemutaran stereo. Namun, dukungan Atmos sangat membantu ketika Anda menggunakan speaker ini sebagai surround dalam setelan home theater. Keimmersifan audio 3D terasa jelas dari speaker surround dan saluran depan, yang dapat bekerja sama untuk meningkatkan efek ketinggian.
Anda dapat mengontrol rentang frekuensi speaker, tetapi kontrolnya tidak terlalu presisi. Untuk jelasnya, Sonos juga tidak memberi kontrol yang sangat presisi, jadi jika Anda membandingkan keduanya, ini belum tentu kerugian besar untuk speaker ini secara spesifik. Anda akan mendapatkan kontrol dasar untuk bass, treble, dan ketinggian, sehingga dapat melakukan penyesuaian yang signifikan, namun kontrolnya agak sulit ditemukan.
Saya menghabiskan waktu mencari-cari pengaturan sebelum menyadari bahwa saya harus benar-benar memutar audio melalui speaker untuk mengontrol penyesuaiannya. Setelah Anda memahami aplikasi dan cara kerjanya, Anda akan merasa sebagian besar mudah dinavigasi, tetapi tetap saja tidak terlalu intuitif.
Jika Anda penggemar audio, Anda akan menghargai dukungan yang lebih baik untuk audio hi-res pada Denon Home 400. Home 400 dapat memutar audio 24-bit/192kHz penuh secara native, dan jika Anda memutar audio melalui port USB, Anda dapat memutar file FLAC Anda. Ini lebih unggul dari Sonos Era 300, yang dapat menerima audio 24-bit/192kHz sebagai input tetapi menurunkannya selama pemutaran.
Saran Pembelian ZDNET
Denon Home 400 adalah speaker rumah serius yang agak mengaburkan batas antara speaker kelas konsumen dan audiophile dalam kisaran harga di bawah $500. Audiophile sejati dengan kantong tebal tidak akan menganggap Home 400 sebagai speaker tingkat audiophile, tetapi pendengar kasual akan menghargai suaranya.
Jika Anda mencari audio yang imersif dan penuh tanpa harus membayar harga tinggi, Denon Home 400 sangat layak dipertimbangkan. Namun, apakah ia mengalahkan alternatifnya tergantung pada wilayah Anda. Di beberapa wilayah, seperti Eropa, harganya sama dengan Sonos Era 300, tetapi di AS, harganya $150 lebih mahal. Kebanyakan orang yang mencari speaker pintar di kelas ini mungkin ingin menghemat uang dan memilih Era 300, terutama jika mereka tidak terlalu memperdulikan pemutaran hi-res yang lebih baik.