Trailer baru untuk The Mandalorian and Grogu akhirnya tiba, dan ya, visualnya sangat khas film Star Wars garapan Jon Favreau. Dengan banyaknya karakter, makhluk, dan droid yang mudah dikenali, dunia fantasi layaknya kotak mainan dari serial tersebut terhidupkan dengan skala yang lebih besar daripada versi Disney+. Di sisi lain, trailer ini hanya menyiratkan alur cerita dan hampir tak memantik rasa kompleksitas emosional yang lebih mendalam. Namun, ada satu kalimat yang memberi secercah harapan baru. Sebuah kilau potensi bahwa mungkin saja film ini akan menghadirkan Star Wars dengan cara yang layak bagi warisan franchise tersebut.
Kalimat yang dimaksud diucapkan oleh Din Djarin (Pedro Pascal) mengenai murid barunya, Grogu. “Anak ini akan hidup berabad-abad setelahku,” ujar Din. “Aku tak akan selamanya ada untuk melindunginya.” Ini adalah kalimat yang sederhana dan tampak jelas, namun di dalamnya mengalir lautan kemungkinan.
Jelas, trailer ini sengaja tidak banyak menyingkap plot film (seperti yang menjadi ciri seluruh pemasaran The Mandalorian dalam dekade terakhir), dan hubungan antara Mandalorian dan Grogu akan menjadi jantung cerita. Itu terlihat dari judulnya. Namun, petualangan menyelesaikan segudah masalah untuk Republik Baru adalah satu hal. Rasa warisan dan keabadian dalam kanon Star Wars adalah hal lain, dan kalimat ini mungkin mengakui hal tersebut.
Pandangan pertama kita pada makhluk yang kita kenal sebagai Grogu. – Lucasfilm
Sejak episode perdana The Mandalorian, seperti yang terekam dalam gambar di atas, keberadaan makhluk tipe “Yoda” lainnya selalu diperlakukan sebagai hal besar. Sangat jelas bahwa makhluk-makhluk ini, apapun sebutan mereka, adalah langka dan penting. Oleh karena itu, Grogu kerap diberi penghormatan semacam itu. Itulah alasan Sang Klien menginginkannya sejak awal. Alasan Luke Skywalker datang untuk melatihnya. Alasan Ahsoka terhubung dengannnya dengan mudah. Ia adalah makhluk yang sangat kuat dengan Force dan pelan-pelan mulai mempelajarinya.
Namun, dalam musim-musim belakangan, konsep itu seringkali hilang dalam serial. Setelah Grogu meninggalkan Luke dan kembali ke Din, fakta bahwa ia berpotensi menjadi makhluk terkuat di galaksi justru dijadikan latar belakang. Dan itu tak masalah. Kita ingin melihat ikatan di antara mereka berdua terjalin. Melihat Din naik pangkat sebagaimana Grogu. Ia harus menunggangi Mythosaur itu pada akhirnya, bukan? Tapi, pada waktunya, kisah ini—baik di TV maupun film—perlu menyoroti kembali potensi Grogu dengan cara yang lebih besar. Itulah hal yang layak untuk petualangan layar lebar, dan dari satu kalimat dalam trailer itu, kita mendapat petunjuk bahwa mungkin film inilah yang akan mewujudkannya.
Faktanya adalah, kecuali terjadi hal yang sangat-sangat jahat, Grogu akan tetap ada lama setelah Din meninggal. Lama setelah kisah The Mandalorian diceritakan. Lama setelah Rey Skywalker menyatu dengan Force, atau pesawat tempur baru Ryan Gosling berlalu. Setelah semua itu dan lebih lagi, Grogu seharusnya masih terus bertumbuh dalam Force. Dan, seiring film Star Wars mulai melampaui Skywalker Saga, pengguna Force di masa depan yang memiliki “Yoda” mereka sendiri bisa menjadi sangat konsekuensial. Semua itu dimulai dengan Grogu yang mulai matang dan mengambil tempatnya di galaksi. Apakah itu terjadi dalam film ini? Apakah itu, dalam satu sisi, inti dari film ini? Kami berharap begitu. Karena jika iya, maka film ini benar-benar bisa menjadi sesuatu yang magis.
Film Star Wars pertama dalam tujuh tahun, The Mandalorian and Grogu, tayang perdana pada 22 Mei.
Ingin berita io9 lainnya? Cek jadwal rilis terbaru Marvel, Star Wars, dan Star Trek, kelanjutan DC Universe di film dan TV, serta segala hal yang perlu diketahui tentang masa depan Doctor Who.