Saya punya tinggi 160 cm, dan meskipun jok sudah dipasang di posisi paling rendah sehingga ujung kaki saya bisa menyentuh tanah, saya masih merasa sedikit goyang saat sepeda berhenti, apalagi di jalan yang naik atau turun tajam. Sepeda ini memang besar dan berat. ( omonga, pabriknya tidak merekomendasikan sepeda ini untuk orang di bawah 160 cm.) Kemungkinan besar sepeda P6 ini akan lebih nyaman dipakai orang yang lebih tinggi atau besar, atau yang sudah terbiasa dengan sepeda listrik, sepeda ban gemuk, atau sepeda gunung berat.
Meskipun sepeda P6 yang rangkanya dari aluminium ini tidak terlalu lincah, tapi sepeda ini sangat nyaman. Joknya lebar dan empuk, suspensi depan hidrolik (bisa dikunci) dan ban 26 x 4 inci yang beralur dalam membuat saya tidak merasakan benjolan di jalan. Saat bersepeda di Denver, rasanya seperti saya naik versi Mad Max dari sepeda listrik, kebal terhadap pecahan kaca dan lubang di jalan.
Sepeda Kelas 3 ini punya motor 750 watt (tenaga puncak 1000 watt) dan tiga pilihan cara berkendara: mode listrik penuh yang bisa dipakai dengan throttle di setang sampai kecepatan 32 km/jam; bantuan kayuh yang mampu melaju sampai 45 km/jam; dan mode kayuh biasa. Bantuan kayuhnya kadang terasa menyentak-nyentak kalau setelan daya dan gigi belum pas (sepeda ini punya sistem gigi tujuh percepatan Shimano). Tapi setelah semuanya sudah diatur, perjalanan jadi sangat halus.
Kita bisa menambah bantuan kayuh dengan menekan tombol plus di layar sebelah kanan yang ditempel di stang. Layar itu juga menunjukan kecepatan, mode, jarak, dan sisa baterai. Ada juga tombol untuk menyalakan lampu dan membunyikan klakson di setang sebelah kanan. (Kalau kita bersandar di setang, bisa tidak sengaja menekan klakson yang keras sekali dan mengagetkan domba-domba gunung yang sedang kita lihat dari jalur sepeda, seperti yang saya alami.) Di setang sebelah kiri, ada pengubah gigi dan layar yang menunjukkan gigi mana yang sedang dipakai.