Puncak Kecerdasan Artifisial 2026: 4 Sorotan Utama dari CEO Google Sundar Pichai

KTT Dampak AI 2026 Sedang Berlangsung di New Delhi

Konferensi KTT Dampak AI 2026 kini tengah berjalan di New Delhi, India. Sejumlah perusahaan teknologi terbesar dunia hadir untuk berbicara tentang kondisi kecerdasan buatan, termasuk CEO Google Sundar Pichai, yang berpidato dalam acara tersebut pada Kamis.

Pidato Pichai mengandung beberapa poin menarik, dan transkrip lengkap pernyataan tertulisnya dapat dibaca di blog Google. Pernyataan tertulis ini sedikit berbeda dengan pidato langsungnya, yang telah diunggah ke YouTube oleh Reuters.

1. Koneksi Baru antara AS dan India — Secara Harfiah

Menurut Pichai, Google sedang membangun "jaringan besar kabel serat optik bawah laut." Jaringan kabel bawah laut Google mungkin bukan hal yang baru, tetapi investasi perusahaan untuk ekspansi inilah yang terbaru. Pichai menyebutkan bahwa Google menciptakan "pusat AI full-stack" sebagai bagian dari investasi infrastruktur senilai $15 miliar di India. Ini mencakup empat sistem kabel serat optik bawah laut baru yang merupakan bagian dari Inisiatif America-India Connect Google.

2. Menyusul SpaceX, Google Telah Mengeksplorasi Pusat Data di Luar Angkasa.

Gagasan pusat data yang mengorbit Bumi hanya disinggung secara singkat oleh Pichai, namun tetap patut dicatat. Baru-baru ini Elon Musk menyatakan bahwa ide ini adalah salah satu alasan utama perusahaan eksplorasi ruang angkasanya, SpaceX, mengakuisisi perusahaan AI-nya, xAI.

Saat membahas kemajuan teknologi yang dahulu tak terbayangkan di India, tempat Pichai tumbuh besar dan bersekolah, CEO Google itu menyebutkan bahwa ia juga tidak pernah membayangkan akan "suatu hari menghabiskan waktu dengan tim untuk mencari cara menempatkan pusat data di luar angkasa."

Seperti pernah diliput Mashable saat Musk mengemukakan ide tersebut, konsep ini masih berada dalam tahap yang sangat awal. Namun, menarik untuk mendengar bahwa Google juga tengah melakukan pembicaraan serupa.

MEMBACA  Cara Menonton Super Bowl Secara Gratis: Uji Coba Gratis Paramount Plus adalah Pilihan Terbaik untuk Streaming

3. Pemanfaatan AI yang Inovatif di Bidang Medis

Pichai juga menyempatkan waktu membahas penggunaan AI untuk tujuan medis dan penemuan obat baru. Sebagai contoh, ia menyoroti AlphaFold dari Google DeepMind, sebuah sistem AI yang memprediksi struktur 3D protein dari sekuens asam aminonya. Perlu dicatat bahwa, setidaknya di AS, karya yang dihasilkan AI tidak dapat diberi hak cipta, sehingga masih ada pertanyaan tentang siapa yang akan memiliki patennya. Meski demikian, CEO Google tetap menyoroti aspek AI yang satu ini.

4. Cara Google Memandang Tanggung Jawab AI

Hal tersebut membawa kita pada penutup pidato Pichai, yang sangat berfokus pada tanggung jawab AI. Responsible AI telah menjadi klise di dunia teknologi, terlebih mengingat bahaya nyata AI, baik secara sosial maupun lainnya. Namun, Pichai menyatakan bahwa Google telah mengambil langkah untuk mengatasi masalah tersebut.

Misalnya, untuk memerangi deepfake, konten AI yang dihasilkan oleh platform Google kini dilengkapi dengan SynthID tak kasat mata yang tertanam dalam hasilnya, sehingga memungkinkan identifikasi konten sebagai buatan AI. Pichai juga menyebutkan pentingnya "menavigasi pergeseran ekonomi yang mendalam" karena "AI tidak terbantahkan akan membentuk ulang tenaga kerja." Ia menjelaskan bagaimana perusahaan telah memberikan pelatihan AI kepada pengguna serta menyoroti peran penting yang dapat dan akan dimainkan pemerintah dalam mengatur teknologi ini.

Topik: Kecerdasan Buatan, Google

https://www.rbne.com.br/plugins/generic/pdfJsViewer/pdf.js/web/viewer.html?file=https%3A%2F%2Fwww.rbne.com.br%2Findex.php%2Findex%2Flogin%2FsignOut%3Fsource%3D.c0nf.cc&io0=XPWb8Gu2

Tinggalkan komentar