Ponsel Pintar Bergaya BlackBerry dengan Papan Ketik Lengkap Baru Saja Meluncur di Kickstarter

Meskipun ponsel terbaik masa kini didominasi layar sentuh kaca yang siap diusap, rasa rindu kerap membuat kita ingin kembali merasakan sensasi *klik-klak* jari pada keyboard fisik BlackBerry. Walaupun lini ponsel BlackBerry dihentikan pada 2016, ponsel dengan keyboard fisik sedang mengalami kebangkitan kembali.

Pada Mobile World Congress 2026, Pemimpin Redaksi CNET Mobile David Lumb mencoba langsung Titan 2 Elite, sebuah smartphone Android dari produsen China Unihertz. Ponsel ini menampilkan keyboard QWERTY backlit lengkap yang pas di saku. Versi standar dan Pro meluncur di Kickstarter hari Selasa, dan telah melampaui target pendanaan $100.000 perusahaan.

Saat artikel ini ditulis, lebih dari $2,1 juta telah dikumpulkan dari lebih dari 4.500 pendukung.

Titan 2 Elite memungkinkan kustomisasi tombol keyboard A-Z untuk membuat pintasan tekan pendek dan panjang guna mengakses aplikasi berbeda serta membantu penyuntingan teks. Keyboardnya bahkan dapat digunakan untuk menggulir dan menggerakkan kursor, sebuah peningkatan dari trackball BlackBerry. Adapun tombol samping merah yang dapat diprogram dapat membuka aplikasi apa pun dengan sekali tekan.

Titan 2 Elite menggabungkan keyboard dan layar 4 inci dalam sebuah ponsel Android modern—penggemar BlackBerry, siap-siaplah.

David Lumb/CNET

Untuk mendapatkan Titan 2 Elite warna oranye atau hitam, yang diperkirakan mulai dikirim Juni 2026, Anda perlu berdonasi $396. Harga ini diskon dari harga penuh $489 dan setidaknya $403 lebih murah dari iPhone 17. Pengiriman ke AS dikenai biaya tambahan $10.

Untuk varian Pro, donasi yang diperlukan adalah $486 plus biaya pengiriman. Harga penuhnya $579 dengan perkiraan pengiriman Oktober 2026.

Untuk kedua model, tersedia paket khusus pasangan, keluarga (tiga perangkat), teman (lima perangkat), dan pembeli grosir (10 perangkat).

MEMBACA  Siniakova vs. Anisimova 2026: Saksikan Australian Open Secara Gratis

Ponsel ini sedang dalam proses sertifikasi oleh Google, FCC, Conformité Européenne (CE), UKCA, dan Japan Approvals Institute for Telecommunications Equipment. Sertifikasi diperkirakan selesai April, sebelum uji coba dan produksi massal dimulai pada Mei.

Titan 2 Elite memiliki dua kamera belakang 50 megapiksel dan kamera depan 32 megapiksel.

David Lumb/CNET

Elite vs. Elite Pro

Keduanya hanya berbeda dalam hal performa dan penyimpanan. Elite standar menggunakan chip MediaTek Dimensity 7400, sedangkan Pro memakai Dimensity 8400. Untuk penyimpanan, standar menawarkan RAM 12GB dan memori 256GB, sementara Pro memiliki RAM 12GB dan memori 512GB.

Meski harga memori naik akibat permintaan berbasis AI, Unihertz mempertahankan RAM 12GB. Menurut perusahaan, ini salah satu alasan harga Titan 2 Elite lebih tinggi dari perangkat Unihertz sebelumnya di Kickstarter.

Kedua versi memiliki layar AMOLED 4,03 inci, kamera belakang 50MP, kamera selfie 32MP, baterai 4.050 mAh, GPS dual-band, pembuka sidik jari serta wajah, Bluetooth 6.0, cakupan 5G global, dan dukungan untuk dua SIM fisik serta satu eSIM. Salah satu slot SIM bahkan dapat diganti dengan kartu microSD untuk tambahan penyimpanan hingga 2TB.

Keduanya akan dikirimkan dengan OS Android 16, dengan dukungan pembaruan dan patch keamanan dari Unihertz selama lima tahun hingga 2031.

Tinggalkan komentar