Pesawat Ruang Angkasa Rusia Alami Gangguan dalam Perjalanan ke Stasiun Luar Angkasa Internasional

Sebuah pesawat ruang angkasa kargo Rusia yang membawa persediaan ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) gagal mengembangkan dua antenanya, sehingga membahayakan kemampuannya untuk berlabuh.

Wahana Progress 94 milik Roscosmos diluncurkan hari Senin pukul 07.59 waktu ET menggunakan roket Soyuz dari Kosmodrom Baikonur di Kazakhstan. Setelah peluncuran, dua antena pertemuan otomatis wahana tersebut tidak terbuka sesuai rencana, seperti diungkap NASA dalam sebuah pembaruan.

Wahana ini dijadwalkan berlabuh dengan ISS pada hari Selasa pukul 09.45 waktu ET. Badan antariksa Rusia sedang berupaya memecahkan masalah ini sebelum labuhan yang direncanakan. Jika upaya tersebut gagal, seorang kosmonot di ISS harus mengambil alih kendali secara manual.

Dalam Perjalanan Pengiriman

Progress 94 yang tak berawak membawa sekitar 3 ton makanan, bahan bakar, dan pasokan lain ke ISS. Setelah perjalanan dua hari ke orbit Bumi rendah, wahana ini seharusnya berlabuh secara mandiri di port modul Poisk yang menghadap angkasa.

Wahana ini dilengkapi dengan sistem KURS Rusia, sebuah sistem navigasi labuh otomatis berbasis radar yang menggunakan antena untuk mengendalikan pendekatan dan pelabuhan. Dengan antena yang gagal terbuka, Roscosmos mungkin harus mengandalkan salah satu kosmonotnya untuk melakukan tugas tersebut.

Menurut NASA, jika badan antariksa Rusia tidak dapat menyelesaikan masalah ini sebelum waktu labuhan, kosmonot Roscosmos Sergey Kud-Sverchkov akan mengendalikan wahana secara manual untuk pertemuan dan pelabuhan. Kud-Sverchkov akan menggunakan TORU (Telerobotically Operated Rendezvous System), sebuah panel kendali di Modul Servis Zvezda stasiun yang dapat berfungsi sebagai cadangan untuk sistem otomatis KURS.

Akan Tetap Tinggal

Di luar kendala antena tersebut, NASA menyatakan Progress 94 berada dalam kondisi baik. “Semua sistem lain beroperasi sesuai desain, dan Progress akan melanjutkan perjalanan menuju labuhan yang direncanakan,” tulis NASA.

MEMBACA  Jerman melaporkan lonjakan 40% dalam kejahatan yang dilakukan dengan motif politik

NASA akan menyiarkan langsung proses pertemuan dan pelabuhan wahana kargo ini di saluran YouTube mereka. Siaran akan dimulai hari Selasa pukul 08.45 waktu ET.

Jika semua berjalan lancar, wahana ini akan menetap selama enam bulan di ISS sebelum akhirnya melakukan manuver re-entry yang membakarnya di atmosfer Bumi, sekaligus membuang limbah dari kru stasiun.

Tinggalkan komentar