Sebuah platform komputer yang berjalan menggunakan neuron manusia (dan baru-baru ini mendemonstrasikan kemampuannya untuk memainkan DOOM) kini ingin mencaplok peluang dari ledakan pusat data.
Cortical Labs yang berbasis di Australia mengumumkan hari ini bahwa mereka sedang mengerjakan dua buah yang mereka sebut “pusat data biologis,” satu di Melbourne dan satu lagi di Singapura. Alih-alih mengandalkan server GPU tradisional, fasilitas ini akan ditenagai oleh unit biologis CL1 dari Cortical Labs.
Setiap bio-komputer ini dilengkapi dengan chip yang dikenal sebagai “multi-electrode array” yang memiliki 200.000 neuron otak manusia yang ditumbuhkan langsung di atasnya. Sebagai perbandingan, otak manusia diperkirakan mengandung antara 60 hingga 99 miliar neuron.
Pengumuman ini muncul di saat raksasa teknologi seperti Google, Amazon, Microsoft, dan OpenAI menggelontorkan miliaran dolar untuk membangun pusat data baru guna melatih dan menjalankan model AI paling mutakhir mereka.
Di luar kesannya yang seperti khayalan demam seorang ilmuwan gila, pusat data yang dijalankan oleh neuron bisa memberikan manfaat praktis. Pusat data tradisional terkenal rakus energi, dengan banyak yang membutuhkan daya setara untuk memasok seluruh permukiman.
Di beberapa daerah tempat pusat data besar dibangun, permintaannya telah membebani jaringan listrik lokal dan mendongkrak harga listrik. Hal itu, pada gilirannya, telah memicu penolakan masyarakat terhadap proyek-proyek tertentu. Bahkan Presiden Donald Trump turut campur dan membuat perusahaan teknologi besar berjanji bahwa mereka akan menanggung biaya listrik dari proyek mereka.
Sebaliknya, chip komputer bertenaga neuron secara mengejutkan menggunakan energi yang jauh lebih sedikit dibandingkan chip AI tradisional. CEO Cortical Labs, Hon Weng Chong, memberitahu Bloomberg bahwa setiap komputer CL1 menggunakan daya lebih sedikit daripada kalkulator genggam.
Cara kerja komputer ini adalah dengan mengirimkan sinyal listrik ke neuron yang ditumbuhkan dari sel punca darah. Chip kemudian merekam respons listrik neuron terhadap stimulasi tersebut sebagai output komputasi. Perusahaan ini menjadi berita utama pada Februari lalu setelah memposting video yang menunjukkan bagaimana tim mereka berhasil membuat neuron-neuron tersebut memainkan versi dari video game DOOM.
Kini perusahaan tersebut sedang membangun pusat data di Melbourne yang akan menampung 120 unit CL1.
Di Singapura, perusahaan ini bermitra dengan perusahaan pusat data DayOne yang berfokus pada keberlanjutan untuk mendirikan fasilitas prototipe yang lebih kecil di Yong Loo Lin School of Medicine, National University of Singapore. Pusat ini akan menampung satu rak berisi 20 unit CL1 dan berfungsi sebagai “fase validasi awal.”
Ada juga rencana untuk pada akhirnya menerapkan teknologi ini di pusat data DayOne yang komersial dan mengujinya dalam kondisi nyata. Ekspansi bertahap ini pada akhirnya dapat ditingkatkan hingga menyebarkan sebanyak 1.000 unit CL1 di fasilitas DayOne.
Cortical Labs dan DayOne tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Gizmodo.