Perpustakaan Khusus Berkas Epstein Segera Dibuka di New York

Saya sedang membaca Volume 1.536 dari berkas Epstein, halaman 311. Ini adalah utas surel dari awal 2016 antara Jeffrey Epstein dan seorang perempuan yang namanya disensor oleh Departemen Kehakiman.

Dalam utas itu, Epstein meminta perempuan tak dikenal ini untuk “swafoto nakal” dan kemudian mengiriminya sebuah kamera. Pada akhir Februari, dia membalas dengan permintaan yang berbeda: “Apakah kau punya teman yang mungkin mau bekerja untukku? … Aku akan memberimu uang jika kau menemukan seseorang yang bersedia bepergian, 22-25 tahun, berpendidikan. Ramah.”

Pertukaran pesan ini terasa sangat relevan mengingat Epstein dituduh memperdagangkan anak di bawah umur secara seksual, dengan perkiraan Departemen Kehakiiman bahwa ia memiliki lebih dari 1.200 calon korban. Namun, saya kebetulan tidak sengaja membuka halaman ini selama kunjungan saya baru-baru ini ke Ruang Baca Memorial Donald J. Trump dan Jeffrey Epstein yang baru dibuka.

Foto: Anna Maria Lopez/Hak Cipta BPI Group

Tersembunyi di sebuah galeri yang tidak mencolok di lingkungan Tribeca, New York City, ruang baca ini adalah perpustakaan raksasa dari seluruh 3,5 juta halaman catatan terkait Epstein yang dirilis Departemen Kehakiman awal tahun ini, terkumpul dalam lebih dari 3.700 volume Individual. Mulai 8 hingga 21 Mei, ruang baca ini akan dibuka untuk umum hanya dengan janji temu.

Perpustakaan ini — pada dasarnya berkas Epstein dalam format dunia nyata — dimaksudkan untuk merepresentasikan skala luar biasa dari kejahatan Epstein, serta ha kekebalan hukum yang ia nikmati saat melakukannya. Sebanyak lebih dari 17.000 pon barang bukti dipamerkan di perpustakaan ini, menurut David Garrett, pengorganisir utama pameran di Institute for Primary Facts, sebuah organisasi nirlaba yang bertujuan mempromosikan transparansi dan akuntablitas di pemerintah AS.

MEMBACA  Menteri Australia Hadiahkan Buku untuk Perpustakaan Masjid Istiqlal

“Bukti di ruangan ini adalah bukti salah satu kejahatan paling mengerikan dalam sejarah Amerika,” ujar Garett. “Saat orang melewati ruangan ini, saya harap mereka menyadari bahwa di Amerika, kami memiliki supremasi hukum, dan jika mereka bersuara, mereka dapat mengambil tindakan serta menuntut pertanggungjawaban atas kejahatan yang telah dilakukan.”

Epstein, meninggal di penjara pada tahun 2019, kini identik dengan korupsi sistemik dan pelanggaran seksual, terutama mengingat keterkaitannya dengan Presiden Donald Trump. Instalasi ini menampilkan lini masa detail mengenai hubungan Epstein dengan Trump, dari pertemuan pertama mereka yang dikabarkan di Palm Bach pada 1987 hingga kedatangan Epstein di pernikahan Trump bersama Marla Maples pada 1993, hingga berakhirnya keanggotaan Epstein di Mar-a-Lago pada 2007, saat Trump diduga menyaksikannya berperilaku tidak pantas terhadap putri remaja anggota lain. Rak-rak ditata di sekitar pameran yang mendukung para korban selamat Epstein, dengan lilin-lilin diletakkan di lantai untuk mewakili lebih dari 1.200 korban. Menanggapi permintaan komentar, Juru Bicara Gedung Putih Abigail Jackson menyatakan Trump “telah sepenuhnya terbebas dari segala hal terkait Epstein,” dan mengklaim bahwa ia “telah melakukan lebih banyak hal untuk para korban Esptein daripada siapa pun.”

Tinggalkan komentar