Energizer baru saja merilis jajaran baterai litium-ion terbaru yang diklaim sebagai satu-satunya baterai koin di dunia yang dapat mencegah luka bakar jika tertelan. Dengan semakin maraknya penggunaan baterai jenis ini pada perangkat seperti AirTags dan remot TV, kabar ini jelas menjadi lega bagi para orang tua.
Setiap tahunnya, lebih dari 2.500 anak di Amerika Serikat tidak sengaja menelan baterai litium-ion. Hal ini dapat membakar kerongkongan anak dan menyebabkan cedera yang mengancam jiwa hanya dalam waktu dua jam. Menurut Komisi Keamanan Produk Konsumen AS, puluhan anak telah meninggal dalam beberapa tahun terakhir akibat menelan baterai koin.
Jajaran baterai anyar dari Energizer ini diberi nama Ultimate Child Shield dan dilengkapi dengan beberapa fitur keselamatan. Pertama, baterai ini memiliki lapisan pahit non-toksik yang diharapkan dapat mencegah anak untuk menelannya sejak awal. Selain itu, baterai ini juga dikemas dalam kemasan yang tahan terhadap upaya pembukaan oleh anak.
Namun, fitur yang paling krusial adalah mampu mencegah luka bakar saat baterai tertelan. The Verge, yang pertama kali melaporkan baterai anyar ini, mencatat bahwa baterai koin dapat menyebabkan jaringan terbakar cukup cepat ketika mengenai air liur. Cara kerja teknis dari baterai baru ini masih dirahasiakan, dan Energizer belum memberikan tanggapan atas pertanyaan yang dikirim melalui surel pada Rabu lalu.
Baterai ini juga dilengkapi dengan teknologi yang disebut Energizer sebagai Color Alert, yang akan mewarnai mulut anak menjadi biru saat terkena air liur. Ide dari inisiatif ini adalah agar siapa pun yang mengawasi anak akan langsung tahu saat mereka menelan baterai, karena hal ini tidak mudah dikenali pada situasi normal.
Energizer juga menyertakan video di situs webnya bersama Trista Hamsmith, pendiri sebuah komunitas bernama Reese’s Purpose. Hamsmith mendirikan grup ini setelah putrinya menelan baterai dan meninggal dunia. Ia bercerita bagaimana “mengira itu hanya masuk angin” saat anaknya merasa tidak enak badan. Ternyata, sang anak telah menelan baterai hingga menyebabkan lubang di kerongkongan dan tenggorokannya.
“Sekarang kami tahu bahwa proses luka bakar terus berlangsung selama berhari-hari setelah tertelan, bahkan setelah baterai diangkat,” ujar Hamsmith.
Putri Hamsmith dirawat selama sekitar dua bulan, namun akhirnya meninggal dunia akibat luka yang dideritanya.
Mulai pekan ini, baterai anyar tersebut sudah tersedia dalam tiga ukuran: 2032, 2025, dan 2016.
“Dengan semakin banyaknya baterai lithium koin 20mm yang dipakai di perangkat kita, sangat penting untuk melenyapkan risiko luka bakar jika salah satu baterai tertelan oleh anak,” ujar Lori Shambro, Wakil Presiden Eksekutif sekaligus Kepala Divisi Pemasaran Energizer dalam siaran pers.
“Energizer Ultimate Child Shield benar-benar mewujudkan hal itu—ini adalah teknologi revolusioner yang mengesi minasi risiko… eh, menihilkan risiko luka bakar akibat tertelan.”