Memerankan karakter yang begitu ikonik tentu membawa tekanan tersendiri. Peter Capaldi memang menyadari hal itu ketika bergabung dengan Doctor Who, namun baru-baru ini ia mengakui satu pelajaran mengejutkan yang harus ia pelajari selama masa jabatannya sebagai Dokter Keduabelas.
Sebagai tamu dalam acara BBC *Sunday With Laura Kuenssberg* (tonton reel Instagram-nya di sini, via Radio Times), Capaldi ditanya apakah ia merasa meninggalkan serial itu terlalu dini. Ia memerankan karakter tersebut dari 2014 hingga 2017, menggantikan Matt Smith sebelum akhirnya beregenerasi menjadi versi Jodie Whittaker. Setelah jeda cukup lama, ia mengaku memiliki sedikit penyesalan, karena membintangi *Doctor Who* itu “sangat menyenangkan”. Lebih lanjut dalam wawancara, ia menjelaskan: “Senang sekali bisa duduk di dalam TARDIS; asyik pergi kerja dan meledakkan Dalek. Itu seru!”
Namun, “Tekanannya sendiri cukup intens,” akunya.
“Kamu seolah-olah harus selalu ‘menyala’, dan tidak ingin mengecewakan siapa pun karena, meskipun aku bukan [Sang Dokter], jika orang bertemu denganku, mereka lebih ingin bertemu dengan versiku yang… jadi kau berusaha untuk tidak mengecewakan mereka,” jelas Capaldi.
Ternyata, hal itu berdampak mengejutkan pada kehidupan pribadi Capaldi. “Itu salah satu perubahan besar dalam hidupku, kurasa… Aku sebenarnya orang yang cukup murung, tapi kupikir, ‘kamu tidak boleh murung jika menjadi Doctor Who.’ Itu akan mengecewakan orang. Jadi aku harus berusaha tampak ceria sepanjang waktu!”
Belum jelas apakah para Time Lord sebelumnya merasakan tekanan yang sama—Ncuti Gatwa memang tampak seperti orang yang selalu ‘menyala’—tapi saat ini kita tentu lebih semangat menanti siapa Dokter berikutnya. Seru, kan!
Ingin info lebih dari io9? Cek jadwal rilis terbaru Marvel, Star Wars, dan Star Trek, kelanjutan DC Universe di film dan TV, serta segala hal tentang masa depan Doctor Who.