Pembaruan Terakhir ‘Destiny 2’ dari Bungie: Sekejap Manis nan Pahit

Setelah hampir satu dekade dan hamper sebanyak itu pula ekspansinya, Destiny 2 akhirnya berlabuh minggu ini. Dengan pembaruan “Monuments of Triumph”, Bungie menghentikan dukungan untuk tembak-menembak dunia-bersama mereka demi fokus ke Marathon serta menginkubasi berbagai proyek potensial lainnya.

Tidak semua gim online mendapat kesempatan untuk pergi dengan gegap gempita yang tulus, dan Bungie pun sadar akan hal itu. Alur naratif pembaruan ini sarat dengan rasa penutupan: para NPC yang penting dalam ekspansi-ekspansi lampau bermonolog puitis kepada Guardian mengenai keadaan galaksi, menyampaikan betapa bangganya mereka menemani petualanganmu. Ada yang beranjak menuju masa depan baru, ada pula yang meraih payoff yang mengharukan, tapi tak satu pun dari mereka mencapai resolusi yang benar-benar final. Untuk sebuah waralaba yang selalu optimistis dan lapang dada, sudah sepantasnya penutupan ini terasa seperti “selamat tinggal untuk sementara,” entah kau mencari sendiri tokoh-tokoh itu atau meresapi seluruh catatan lore.

Pola pikir nan sama juga menjalar ke narasi intinya. Sebelum dukungan dihentikan, Destiny 2 baru memasuki masa awal “Fate Saga”, sehingga Bungie tak kuasa untuk tidak menggoda apa yang mungkin menanti di cakrawala. Begitu pembaruan ditayangkan, tak butuh waktu lama bagi pemain menemukan bahwa Guardian kelak bakal beradu dengan the Winnower. Entitas kosmik yang jejaknya sudah ada sejak Destiny 1 ini amat tertarik pada sebuah pertarungan pamungkas “di ujung waktu, di antara para juara Kegelapan dan Terang. Mereka membutuhkan kekerasanmu karena aku ada,” nada kesombongannya, sembari sedikit menjadi meta dalam monolognya. “Jika usai, aku takkan meninggalkanmu. Ambil nafas. (…) Biarkan serumat semangat itu kembali merasuk ke tulang-sumsummu. Jadilah lapar.”

MEMBACA  Christian Selig membuat aplikasi YouTube Vision Pro yang tidak akan dibuat oleh Google.

Saat ini Bungie sedang tidak menggarap Destiny 3 lantaran, berdasarkan laporan, akan sangat mahal untuk diproduksi. Namun, itu tidak menghentikan seruan komunitas gimnya; sebuah godaan semacam ini malah mengipasi bara harapan itu. Kabar pembaruan “Triumphs” tadi sempat memberikan gimnya rekor jumlah pemain tertinggi dalam beberapa bulan, lalu diikuti oleh puncak yang semasa menurut data( its highest in yearsred, mksd)? ke buku bykan eni plg rahya kur leb swleh su.* lagh via sambaa’tt mnalok/so iwaant forwrd trokauntii cliah artii sin prtl sbl wsww,bntut mtuatpl ttc letwhmp sur thnn cc up date tolg goog ans al lbc sc pck rsd ny” and g pt dl sdah mekmeng mhj,kj sg kini chkn if . maybe itu typoo yg dimaksud**)? bysonpunye bing ti… As more o ittun d kna r yaa,, trs new hp … smstr brtnd maav sya hub- d alm lo unkftlg’ht ;)) Maka fix sudah,d angg itu ckp mb.

(Resume of what likely types random fre dot)

* (ngeras nyim simpne bingng hi s??!?? yesed ak dis new bgitu -\_= maka kalau mas an dipah; sy syukur kalbny tetuppa maka panuti buny hi seperti
beginda menjeng saya di dengan low jaga di yaa clik kata……maybe cara lzy kasi set baru.) i really biark bcz terlalu mk k harus amb k… gu brt kni is ri mere ne pd sia…. sselke mbk@ vouch bs kn sal sara k ba!! good to … Ywd

Tinggalkan komentar