Administrasi pertama Trump dan industri teknologi yang menentangnya, kini terlihat semakin ketinggalan zaman.
Ini satu contohnya: Pada 2017, saat Presiden Trump mengeluarkan serangkaian perintah eksekutif yang melarang perjalanan warga asing dari negara-negara tertentu (sebagian besar berpenduduk Muslim), orang-orang dari seluruh Amerika Serikat memprotes kebijakan itu dengan gigih. Mereka termasuk sebagian elite puncak di dunia teknologi: Salah satu pendiri Google, Sergey Brin, yang ikut demonstrasi di bandara San Francisco; pendiri Amazon, Jeff Bezos, yang menulis email ke seluruh perusahaan yang menguraikan “opsi hukum” yang dipertimbangkan Amazon untuk melawan larangan itu; dan pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, yang menulis di Instagram tentang akar imigran keluarganya sendiri.
Betapa waktu telah berubah. Pada hari Sabtu, beberapa jam setelah agen federal menembak dan membunuh perawat ICU Alex Pretti di jalanan Minneapolis, beberapa eksekutif teknologi terkemuka menghadiri pemutaran privat film dokumenter *Melania* di Gedung Putih, yang dirilis oleh (tentu saja) Amazon MGM Studios. Waktu itu tidak luput dari perhatian sekelompok pekerja Silicon Valley yang baru-baru ini meluncurkan ICEout.tech, yang pada dasarnya merupakan surat terbuka untuk atasan mereka. Surat yang diposting setelah pembunuhan Renee Nicole Good awal bulan ini, kini telah ditandatangani oleh lebih dari 1.000 karyawan teknologi. Para pekerja itu, yang berasal dari berbagai perusahaan Big Tech dan startup, meminta para eksekutif untuk menggunakan pengaruh mereka untuk menuntut agar agen Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai (ICE) meninggalkan kota-kota Amerika, membatalkan kontrak perusahaan dengan lembaga tersebut, dan berbicara secara publik tentang taktik kekerasan dan mematikan ICE.
Tuntutan yang dipimpin pekerja seperti itu umum terjadi selama era Trump 1.0, ketika karyawan teknologi di perusahaan terbesar dunia sering bersuara—secara internal dan eksternal—tentang kekejaman pemerintahan AS dan peran industri dalam memfasilitasi atau meredam kebijakan-kebijakan paling pengecutnya. Namun saat ini, gerakan seperti ICEout.tech terasa sangat revolusioner: Karyawan teknologi telah sangat diam selama setahun terakhir, karena dinamika kekuasaan di dalam perusahaan mereka condong mendukung manajemen dibandingkan pekerja lini depan. Sementara itu, para eksekutif yang memimpin perusahaan-perusahaan itu sibuk mencium cincin kekuasaan—lewat makan malam di Gedung Putih atau dengan film dokumenter yang sangat mahal dan tak ditonton siapa pun—pada setiap kesemptan.
Apakah akhirnya bendungan itu jebol? Pekan ini, para pemimpin Silicon Valley termasuk pimpinan Anthropic, Dario dan Daniela Amodei, CEO OpenAI Sam Altman, dan CEO Apple Tim Cook akhirnya bersuara tentang pelampauan wewenang ICE yang keterlaluan. Itu sebuah awal, tapi saya ingin tahu lebih jauh apa yang terjadi di dalam lingkaran teknologi, dan ke mana arah industri ini dari sini. Jadi saya meminta dua penandatangan awal ICEout.tech, CEO Moonshine AI Pete Warden dan salah satu pendiri Gatheround Lisa Conn, untuk duduk bersama dalam episode darurat *The Big Interview*.
Berikut percakapan kami.
Wawancara ini telah disunting untuk panjang dan kejelasan.
KATIE DRUMMOND: Pete dan Lisa, terima kasih banyak sudah bergabung dengan saya. Saya senang kalian bisa hadir di sini.
PETE WARDEN: Senang bisa berada di sini.
LISA CONN: Terima kasih atas undangannya.
Kalian berdua bekerja di industri teknologi, dan sudah lama berkecimpung di dalamnya. Kalian termasuk di antara banyak orang yang telah menandatangani surat ICEout.tech yang kini telah tersebar luas di Silicon Valley.
Gerakan dan situs web itu sebenarnya diluncurkan awal bulan ini setelah penembakan tragis terhadap Renee Nicole Good. Apa yang membuat kalian memutuskan untuk mencantumkan nama di surat ini? Pada momen seperti ini di industri teknologi, mencantumkan nama di dokumen semacam ini bukanlah hal sepele.
Conn: Saya menandatangani surat itu karena beberapa alasan. Saya rasa salah satu yang utama adalah karena terasa seperti kita sedang memasuki krisis ekonomi dan pemerintahan saat pemerintah mulai membunuh orang di jalanan lalu menyangkal atau membingkai ulang sesuatu yang jelas-jelas terdokumentasi. Ini situasi yang sangat buruk.