Jenis pesawat terbang baru, semacam “mobil terbang” yang dapat lepas landas dan mendarat di ruang terbatas layaknya helikopter namun berfungsi seperti pesawat, akan mulai beroperasi di wilayah udara AS sedini bulan Juni, demikian diumumkan Departemen Perhubungan AS pada Senin.
Delapan wilayah di seluruh AS, termasuk New York dan New Jersey, Texas, Florida, serta Albuquerque, New Mexico, akan berpartisipasi dalam program percontohan tiga tahun. Program ini akan menyaksikan desain pesawat baru mengangkut penumpang dan kargo di seluruh negeri bahkan sebelum mereka secara resmi menerima sertifikasi penuh dari Administrasi Penerbangan Federal.
Perusahaan pengembang teknologi ini menyatakan pesawat mereka lebih sunyi, lebih murah, dan menghasilkan emisi lebih rendah dibandingkan helikopter atau pesawat konvensional. Beberapa menjanjikan perjalanan yang sepenuhnya otonom. Banyak pesawat yang terlibat dalam proyek ini, termasuk pesawat listrik lepas landas dan mendarat vertikal (eVTOL), serta pesawat lepas landas ultra-pendek, membutuhkan ruang operasi yang jauh lebih kecil. Mereka dapat mendarat dan lepas landas di luar bandara tradisional, lebih dekat ke tempat orang tinggal dan bekerja. Perusahaan-perusahaan ini menggambarkan masa depan di mana masyarakat biasa dapat melesat antar kota tetangga dalam hitungan menit, melayang di atas kemacetan dan mengubah tatanan ekonomi.
EL9 Ultra Short milik Electra yang berkapasitas sembilan penumpang.
Courtesy of Electra
Dalam panggilan hasil kinerja dengan investor awal bulan ini, Adam Goldstein, CEO dan pendiri Archer Aviation—salah satu perusahaan yang terlibat—menyebut program percontohan federal ini sebagai “momen Waymo kami”, sebuah proyek fiksi ilmiah yang menjadi kenyataan. “Kini tujuannya adalah agar setengah juta orang di kota-kota terbesar di negara ini mulai melihat pesawat ini sebagai bagian dari perjalanan sehari-hari, persis seperti mereka mulai melihat Waymo setiap hari,” ujarnya.
Taksi udara listrik Archer, bernama Midnight, dirancang untuk membawa hingga empat penumpang dalam perjalanan 60 hingga 90 menit. Perusahaan akan mengambil bagian dalam proyek percontohan di Texas, Florida, dan New York. Goldstein mengatakan kepada investor bahwa Midnight akan menyelesaikan langkah penting lainnya menuju sertifikasi “dalam kuartal-kuartal mendatang”. Perusahaan telah menerima pendanaan dari pabrikan mobil Stellantis dan United Airlines.
Perusahaan lain yang terlibat dalam proyek percontohan termasuk pabrikan pesawat listrik kecil Beta Technologies, pembuat taksi udara yang didanai Toyota dan Jet Blue Joby Aviation, serta Electra yang sedang membangun pesawat hibrida listrik ultra pendek. Keempat perusahaan tersebut telah menyelesaikan penerbangan uji coba di AS.
“Yang kami sukai dari [program percontohan] ini adalah kesempatan untuk membuktikan bahwa ini bukanlah fantasi,” kata CEO Electra Marc Allen kepada WIRED. “Ini bukan fiksi ilmiah. Ini ada di dunia nyata.”