Misi Artemis 2 Kembali ke Bumi Setelah 10 Hari di Angkasa

Misi Artemis 2 NASA telah kembali ke Bumi, mengakhiri penerbangan bersejarah selama 10 hari mengelilingi Bulan.

Wahana antariksa Orion *Integrity* tampak seperti bola api yang menyala-nyala saat ia beserta keempat awak beraninya masuk kembali ke atmosfer Bumi. Setelah enam menit yang menegangkan, plasma di sekitar kapsul menghilang dan blackout komunikasi yang direncanakan berakhir, memulihkan kontak antara pusat kendali misi dan para awak.

Pada ketinggian 22.000 kaki (6.706 meter), parasut drog (*drogue chutes*) dikembangkan, memperlambat dan menstabilkan kapsul. Parasut drog lalu dilepaskan pada 6.000 kaki (1.829 meter), dan tiga parasut utama dibuka. Ini memperlambat *Integrity* hingga kurang dari 136 mil per jam (219 kilometer per jam). Pada titik masuk atmosfer, kapsul terjun dengan kecepatan sekitar 23.864 mph (38.405 kph)—lebih dari 30 kali kecepatan suara.

Setelah melambat hingga hanya 20 mph (32 kph), *Integrity* mendarat di Samudra Pasifik lepas pantai San Diego, California, pukul 20.07 ET. Ini menandai akhir perjalanan 694.481 mil (1.117.659 km) awak Artemis 2 mengelilingi sisi jauh Bulan dan kembali.

Dalam beberapa jam ke depan, tim penyelamat dari NASA dan militer AS akan mengevakuasi para astronaut—Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch dari NASA, dan Jeremy Hansen dari Badan Antariksa Kanada—dari kapsul dan menerbangkan mereka dengan helikopter ke kapal USS John P. Murtha. Setelah di kapal, mereka akan menjalani evaluasi medis pascamisi. Akhirnya, mereka akan kembali ke darat dan menaiki penerbangan ke Pusat Antariksa Johnson NASA di Houston, Texas.

Sebuah Keberhasilan yang Mengagumkan

Kepulangan aman misi ini merupakan pencapaian besar bagi program Artemis NASA. Artemis 2 adalah uji terbang berawak pertama untuk roket Space Launch System (SLS) dan wahana Orion milik agensi tersebut, dan keduanya berhasil dengan gemilang. Setelah peluncuran yang lancar secara mengejutkan pada 1 April, *Integrity* memisahkan diri dari SLS dan menuju Bulan. Ini adalah wahana berawak pertama yang meninggalkan orbit Bumi dalam lebih dari setengah abad.

MEMBACA  Petunjuk dan jawaban untuk Halangan Hari Ini pada 23 Maret 2025

Setelah tiba di Bulan pada 7 April, para astronaut Artemis 2 memecahkan rekor jarak terjauh yang pernah ditempuh manusia dari Bumi. Rekor itu sebelumnya dipegang oleh awak Apollo 13 pada 1970 pada jarak 248.655 mil (400.171 kilometer) dari planet kita. Saat *Integrity* terbang mengelilingi sisi jauh Bulan, awaknya mengamati dan memotret bagian permukaan yang belum pernah disaksikan manusia. Gambar-gambar yang mereka kirim ke Bumi selama 10 hari terakhir sangatlah luar biasa.

Begitu *Integrity* muncul dari balik Bulan, ia memulai perjalanan panjang pulang. Dibutuhkan sekitar tiga hari bagi wahana itu untuk menempuh 252.756 mil (406.771 km) melintasi ruang cis-lunar dan mencapai planet kita hari ini. Masuk kembali ke atmosfer jelas merupakan bagian misi yang paling berbahaya, sehingga kelegaan terasa sangat besar melihat *Integrity* mendarat dengan utuh.

Kesuksesan Artemis 2 telah meletakkan fondasi untuk pendaratan di Bulan, kehadiran berkelanjutan di sana, dan pada akhirnya, misi berawak ke Mars. Mungkin yang lebih penting, misi ini menunjukkan manusia pada potensi terbaiknya—bukan hanya karena pencapaian teknologinya. Para awak menciptakan momen-momen berharga tentang kekompakan, kerendahan hati, dan kekaguman sepanjang petualangan mereka. Sambil memandang Bumi dari jarak yang sangat jauh, para astronaut ini mengingatkan kita bahwa kita semua terhubung di saat dunia kita terasa terpecah-belah.

Jika Anda telah mengikuti liputan Gizmodo sejak hari peluncuran, terima kasih. Sampai jumpa lagi, ad astra!

Tinggalkan komentar