Adam Breeden/ZDNET
Ikuti ZDNET: Jadikan Kami Sumber Pilihan di Google
***
Teknologi televisi seolah berubah setiap tahun, dan jika Anda sedang mencari perangkat baru, Anda mungkin bingung harus mulai dari mana. Memilih TV yang tepat untuk kebutuhan Anda terasa membingungkan, namun sebenarnya tidak terlalu rumit jika diurai satu per satu.
Saat ini, ada dua teknologi utama yang perlu Anda ketahui: Mini LED dan OLED. Kedua gaya TV ini bekerja dengan cara yang berbeda secara signifikan, dan masing-masing memiliki serangkaian kelebihan serta keterbatasan.
Juga: TV OLED Terbaik yang Bisa Anda Beli
Singkatnya, pada TV OLED (organic light-emitting diode), setiap piksel menyala ketika set mengalirkan listrik ke piksel tersebut. Untuk menghasilkan warna berbeda, set melewatkan cahaya melalui filter berbeda. Jika listrik tidak dialirkan ke satu piksel, piksel itu tetap hitam — menghasilkan warna gelap tergelap.
Mini LED (yang juga bisa disebut QLED atau QNED, tergantung produsennya) menggunakan panel LCD dengan pencahayaan latar (backlit). Setiap pikselnya terdiri dari filter warna merah, hijau, dan biru yang dikombinasikan untuk menciptakan berbagai warna.
Adapun elemen “Mini” berasal dari fakta bahwa, alih-alih satu backlight besar, layar ini memiliki ribuan backlight kecil. Dalam pengaturan ini, area-area tertentu (bukan piksel individual seperti pada OLED) akan mati saat perlu menjadi hitam.
Spesifikasi
| Item | Mini LED | OLED |
|—|—|—|
| Sumber Cahaya | Ribuan lampu latar LED | Self-emissive |
| Kontras | Tinggi (peredupan berbasis zona) | Tak terbatas (kontrol presisi per-piksel) |
| Tingkat Kehitaman | Hitam pekat dengan blooming tertentu | Hitam murni (true black) |
| Kecerahan Maksimal | Sangat tinggi (hingga 2000+ nits) | Moderat