Menurut laporan Bloomberg, Meta sedang mempertimbangkan untuk masuk ke bisnis cloud computing. Perusahaan ini ingin menyewakan infrastruktur komputasinya ke perusahaan lain yang membutuhkan daya komputasi untuk menjalankan kecerdasan buatan (AI) mereka. Langkah ini dilakukan saat Meta masih kesulitan membuat model AI sendiri yang bisa bersaing dengan laboratorium AI terkemuka.
Bloomberg melaporkan bahwa Meta sedang menjajaki dua kemungkinan untuk bisnis barunya yang disebut Meta Compute. Opsi pertama adalah menjual akses ke model AI yang dijalankan di pusat data Meta. Opsi kedua adalah menjual kapasitas komputasi “mentah” yang bisa digunakan perusahaan lain untuk menjalankan model AI mereka sendiri.
Gizmodo sudah menghubungi Meta untuk meminta tanggapan, tetapi belum mendapat jawaban hingga berita ini diterbitkan.
Langkah ini diambil karena Meta kesulitan mengembangkan model AI mereka. Perusahaan sudah berkali-kali merombak divisi AI, memberikan gaji besar kepada para peneliti, dan memberhentikan ratusan karyawan—semua demi fokus membuat model AI yang bisa bersaing dengan OpenAI dan Anthropic. Namun, hasilnya belum memuaskan.
Awal tahun ini, Meta merilis model terbaru mereka yang bernama Muse Spark. Meskipun hasilnya cukup baik dalam pengujian standar, model ini tidak mendapatkan banyak perhatian. Kepala AI Meta, Alexandr Wang, menyebut model itu hanya “makanan pembuka” untuk produk utama Meta nanti. Tapi banyak orang meragukan hal ini dan menganggapnya hanya ucapan pemasaran untuk menutupi ketertinggalan Meta dari pesaingnya.
Kondisi ini tentu tidak ideal untuk perusahaan yang sudah berjanji menghabiskan sekitar 145 miliar dolar untuk infrastruktur AI tahun ini saja. Tidak heran Meta mencari cara untuk menghasilkan uang dari investasi besar itu. Meta kabarnya melihat SpaceX dan perusahaan AI mereka, xAI, sebagai contoh. Setelah menyadari bahwa Grok (model AI buatan xAI) tidak bisa bersaing—kecuali dalam menghasilkan konten ilegal—perusahaan itu beralih menyewakan pusat data Colossus mereka ke Anthropic, agar Anthropic bisa menjalankan model AI yang lebih populer sehingga Menguntungkan.
Sebenarnya, menyewakan daya komputasi mungkin bisnis yang lebih baik untuk saat ini—meskipun akan menjadi masalah kalau gelembung AI meletus dan semua server itu menjadi tidak terpakai. Tapi itu urusan nanti, yang penting sekarang adalah bagaimana menghasilkan keuntungan.