Meta Bangun Pusat Data AI di Dalam Tenda

Meta tidak bisa membangun pusat data AI dengan cukup cepat, sehingga perusahaan di balik Facebook, Instagram, dan WhatsApp ini terpaksa mengoperasikan fasilitas komputasi di dalam tenda.

Menurut pelacak pusat data Cleanview (seperti yang dilaporkan oleh TechCrunch), Meta saat ini mengoperasikan enam pusat data AI di pinggiran New Albany, Ohio, yang berada di dalam tenda-tenda yang baru didirikan.

Michael Thomas, pendiri Cleanview, mengunggah foto di X yang menunjukkan proses konstruksi dan tenda yang sudah jadi. Thomas mengatakan bahwa tampaknya Meta telah membatalkan rencana awal untuk mendirikan bangunan pusat data permanen dan sebagai gantinya memilih “struktur penempatan cepat“, demikian istilah resminya.

“Perlombaan AI benar-benar sudah memasuki fase Mad Max,” tulis Thomas di X, menyertai foto-foto tersebut.

Mashable Light Speed


Tweet ini saat ini tidak tersedia. Mungkin sedang dimuat atau sudah dihapus.

Menurut Thomas, ia meninjau izin kota yang menunjukkan bahwa Meta mulai membangun lima tenda berukuran 125.000 kaki persegi antara bulan April dan Juni. Sebagai perbandingan, lima bangunan pertama yang dibangun Meta sebagai bagian dari rencana awal di New Albany, Ohio membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga tahun.

Thomas juga mengatakan bahwa Meta telah menandatangani kontrak selama satu dekade untuk membangun pembangkit listrik lepas jaringan guna mendukung pusat data tersebut. Konstruksi pembangkit listrik itu dimulai tahun lalu dan hampir selesai dsengun.

Seperti yang dicatat oleh TechCrunch, CEO Meta Mark Zuckerberg sebelumnya memberi tahu The Information bahwa perusahaan akan membuat tenda tahan cuaca untuk pusat data mereka. Meta juga belum selesai memanfaatkan tenda dalam strategi pembangunan pusat data AI -nya. Menurut Thomas, perusahaan ini juga sedang membangun tenda pusat data di lokasi pusat data AI -nya di Tennessee.

MEMBACA  Pria Ukraina Alami Penyiksaan Seksual di Pusat Tahanan Rusia: PBB | Berita Perang Rusia-Ukraina

Perusahaan teknologi besar seperti Meta telah mengumumkan peningkatan besar dalam belanja modal untuk membangun pusat data baru guna mendukung produk AI. Namun, meningkatnya reaksi keras terhadap pusat data, ditambah dengan hambatan birokrasi biasa, telah menyebabkan beberapa proyek pusat data mengalami keterlambatan, seperti yang baru-baru ini dilaporkan oleh
the=” ga -module=” content_body” title=”==(open” target =>= “blank=> ]//
/]%3C/”>en new a3p

Tinggalkan komentar