Washington Mengurangi Pemrosesan Visa di Seluruh Afrika

"Amerika Serikat merencanakan sentralisasi pemrosesan visa di seantero Afrika, mengurangi jumlah kedubes dan konsulat yang menangani aplikasi dari sekitar 50 lokasi menjadi kira-kira 20. Rencana ini muncul dari memo internal Departemen Luar Negeri AS yang dikutip laporan media AS.

Di bawah proposal ini, wawancara visa rutin bakal dipindahkan dari banyak pos diplomatik dan dikonsentrasikan di hub regional yang lebih kecil. Kedubes diharap tetap beroperasi dan melanjutkan kerja diplomatik mereka.

Yang berubah bukan siapa yang bisa mendapat visa AS, melainkan di mana pemohon harus apply—dan sejauh mana mereka mungkin perlu bepergian.

Apa yang Berubah?

Proses wawancara visa tak lagi ditangani di berbagai kedubes dan konsulat, melainkan disentralisasi di pusat pemrosesan regional di seluruh benua.

Sebagian besar kedubes akan berhenti menangani wawancara visa reguler, kendati tetap menjalankan fungsi konsuler dan diplomatik lain.

Imbasnya, pemohon dari negara yang terdampak harus bepergian ke negara lain untuk menyelesaikan wawancara visa mereka.

Kota seperti Nairobi, Johannesburg, Addis Ababa, Accra, dan Dakar diperkirakan akan memikul peran lebih besar, meski struktur final belum resmi dikonfirmasi.

Kapan proposal ini akan direalisasi masoh belum jelas, namun berdasarkan pejabat yang dikutip media AS, perombakan ini bisa berlaku dalam beberapa pekan mendatang."

Kenapa AS mempertimbangkan ini?

Departemen Luar Negeri belum memberi penjelasan detail secara publik soal proposal ini.

Tapi, pakar kebijakan visa dan mantan petugas konsuler mengatakan reformasi semacam ini seringkali berkaitan dengan upaya standardisasi pengambilan keputusan, memperkuat pengawasan dan deteksi penipuan, serta mengatasi tekanan staf di berbagai kedubes yang kelebihan beban.

Banyak seksi konsuler menghadapi kendala beban kerja signifikan beberapa tahun terakhir, dengan mengonsolidasi aplikasi sumber daya bisa digelar lebih efisien.’

“Konsolidasi ini sepenuhnya selaras dengan posisi kebijakan luar negeri era kedua Trump Administration—yang secara sistematis mendeprioritaskan keterlibatan multilateral demi hubungan transaksional berbasis keamanan.” ujar Aaliyah Vayez, analis hubungan internasional di Afrika Selatan, kepada Al Jazeera.

Sitem visa dan imigrasi juga makin terkait debat politik di Washington soal keamanan perbatasan, manajemen migrasi, dan efisiensi pemerintahan.

Akankah Rasio Persetujuan Berubah?

Berdasar data Departemen Luar Negeri AS, lebih dari 540.000 visa non-imigran diterbitkan pemohon di Afrika pada tahun fiskal 2024, mencerminkan permintaan perjalanan, studi, dan kesempatan bisnis lintas benua.

Belum ada indikasi proposal ini mengubah kriteria yuridis yang dipakai menyetujui atau menolak aplikasi visa.

Pemohon tetap dinilai berdasarkan undang-undan dan regulasi imigrasi AS yang berlaku.

<Namun, para ahli mengamati biaya perjalanan tinggi, tarif visa plus rintangan logistik bisa menghambat pengajuan—khususaya pelajar, keluarga, dan pengusaha kecil.>

"[Walaupun] perkembangan terbaru ini duduk dalam konteks pengencangan kebijakan imigrasi oleh pemerintahan Trump, gejala ini juga mengindikasikan kemunduran kepemimpinan AS di Afrika… pastinya membuat perolehan visa kini makin sulit bagi warga Afrika lantaran ongkos perjalanan meningkat demi wawancara di konsulat jadi efek gentar,"* Mubarak Aliyu, analyst politik dan keamanan di Nigeria untuk AI Jazeera.

Karenanya, sekalipun angka persetujuan stabil, totalitas aplikasi dari negara tertentu mungkin turun.

-+(

Harapan bagi Pemohon…

Banyak yang bakal terjang dampak praktis, bukan prosedural.

Kini, dengan ketiadaan proses visa secara maskimal mesti pakai mengharus perginan state nujuan: eskalasi oncozasi biayya leng tersend.

Ter-‘Prediksi’ jadual apun lam.-Semepeta langsung di luwi process sentz;

Repro tanah ‘regional.

Filosofis kebyerpus terhadap Afrikra ehek Trumph di imploman keika perik, lay lah sistem … sebagai pilot Kontorbentuhan berlip secara pro & kon …

Bagalamana…?

[Aks. Dilanal sepert res end formal trans perw R] //)

Dipicu Pendangkalan Regulas atas Wanl and migration n to economic mot mit con kecur the na untuk tek ton is ra i low

Nun ….. Adhil

Met.."?

……..|.fin Maaf, saya tidak menerima teks yang perlu ditulis ulang dan diterjemahkan. Silakan berikan teks yang dimaksud.

MEMBACA  Afghanistan menjadi isu pemilihan presiden AS. Apakah suara pengungsi nya akan didengar? | Berita Taliban

Tinggalkan komentar