Menggertakkan Gigi saat Tidur? Begini Cara Mencegah Kerusakan pada Senyum Anda

Apabila Anda bangun tidur dengan rasa sakit pada gigi, rahang, telinga, atau sakit kepala, Anda mungkin mengalami *bruxism* tidur. Itu artinya Anda menggemeretakkan atau mengatupkan gigi saat tidur. Untuk kasus yang ringan, Anda bisa mencoba menanganinya sendiri di rumah. Dengan asumsi kasus Anda tidak parah, terdapat beberapa cara alami untuk menguranginya.

Namun, jika kondisinya lebih berat atau tidak membaik, pastikan Anda menemui dokter gigi atau dokter umum untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Mengapa Saya Menggemeretakkan Gigi Saat Tidur?

Sebelum membahas cara menghentikannya, mari kita telusuri akar penyebab kondisi ini. Terdapat beberapa faktor risiko *bruxism* tidur, di antaranya:

  • Kecemasan dan stres
  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu, termasuk beberapa jenis antidepresan
  • Memiliki kecenderungan atau kepribadian yang agresif, kompetitif, atau tegang
  • Kebiasaan gaya hidup yang kurang sehat, seperti mengonsumsi alkohol, merokok, dan terlalu banyak kafein

Menurut Mayo Clinic, orang yang menggemeratakkan gigi saat tidur juga lebih berisiko memiliki gangguan tidur lain seperti mendengkur atau *sleep apnea*.

Dalam beberapa kasus, kebiasaan ini dapat menyebabkan kerusakan atau gigi goyah, sakit kepala, serta nyeri rahang atau wajah. Untungnya, ada beberapa cara alami untuk mengurangi *bruxism* dan menikmati tidur yang lebih nyenyak tanpa obat-obatan atau operasi.

6 Cara Alami untuk Berhenti Menggemeretakkan Gigi


Athima Tongloom/Getty Images

Jika Anda khawatir dengan dampak *bruxism*, terdapat solusi alami yang dapat dicoba untuk kasus ringan. Berikut enam cara alami di rumah untuk mengatasi kebiasaan ini, agar Anda dapat tidur dengan tenang dan bangun tanpa rasa sakit.

1. Lakukan Latihan Mulut dan Rahang

Dengan melakukan latihan mulut dan rahang, Anda dapat merilekskan rahang, menjaga fleksibilitas otot, serta berpotensi mencegah atau meredakan nyeri akibat menggemeratakkan gigi.

Contoh latihan:

  • Tutup bibir tanpa membiarkan gigi atas dan bawah bersentuhan.
  • Letakkan lidah di langit-langit mulut tanpa menyentuh gigi.
  • Tahan posisi ini selama beberapa menit sambil bernapas pelan.
  • Ulangi beberapa kali sehari.

Anda juga bisa memijat otot rahang untuk meredakan ketegangan. Gunakan jari untuk menekan lembut setiap sisi rahang, gerakkan dalam lingkaran kecil di sepanjang sisi wajah.

2. Batasi Asupan Kafein

Minuman berkafein seperti kopi dan teh hitam dapat memperburuk *bruxism* tidur. Jika Anda rutin mengonsumsinya, mengurangi kafein dari pola makan dapat membantu. Jika sulit berhenti total, cobalah versi tanpa kafein, atau ganti teh hijau dengan teh herbal yang justru mendorong tidur dan relaksasi.

Kafein, alkohol, dan tembakau juga dikaitkan dengan kebiasaan ini. Batasi konsumsi zat-zat tersebut.

3. Kompres Hangat

Merilekskan otot rahang di malam hari dapat mencegah gigi bergemeretak. Tempelkan handuk hangat di sisi wajah (depan daun telinga) sebelum tidur.

4. Kelola Stres

Stres merupakan faktor risiko *bruxism* lainnya. Temukan cara sehat baru untuk mengatasi stres harian. Beberapa taktik pereda stres yang bisa dicoba:

  • Lakukan olahraga aerobik minimal dua kali seminggu.
  • Praksiskan perawatan diri dan *self-talk* positif.
  • Coba latihan yoga dan pernapasan.
  • Bangun hubungan yang bermakna.
  • Tetapkan tujuan yang realistis untuk diri sendiri.

5. Hindari Permen Karet dan Makanan Keras

Bagi penggemeratak gigi, sebaiknya hindari mengunyah permen karet karena dapat memberatkan otot rahang dan memicu pengatupan atau penggemeretakan. Hindari pula makanan keras, padat, atau kenyal yang dapat memicu rahang mengatup.

6. Pertimbangkan Suplemen Magnesium

Meski perlu penelitian lebih lanjut, beberapa studi mengindikasikan hubungan antara kekurangan magnesium dan *bruxism*. Magnesium berperan dalam berbagai fungsi tubuh, termasuk kontraksi dan relaksasi otot. Kekurangan magnesium dapat menyebabkan ketegangan otot rahang.

Meningkatkan asupan magnesium melalui suplemen dapat membantu merilekskan otot, mengurangi stres, dan mendorong tidur lebih baik.

Kesimpulan: Ingin Berhenti Menggemeretakkan Gigi di Malam Hari?

Ilustrasi konsultasi dokter
Christine Von Diepenbroek/Getty Images

Untuk kasus *bruxism* ringan atau sesekali, pendekatan alami ini dapat meringankan gejala. Namun, jika kondisinya parah atau Anda sering terbangun dengan rasa sakit, konsultasikan ke dokter, terutama jika dicurigai ada *sleep apnea*. Dokter akan membantu mengidentifikasi penyebab dan menyusun rencana perawatan.

Dokter gigi biasanya memeriksa tanda-tanda *bruxism* pada pemeriksaan rutin. Anda bisa membicarakannya lebih lanjut. Mereka mungkin merekomendasikan *night guard* untuk melindungi gigi dari tekanan dan kerusakan akibat kebiasaan menggemeratakkan gigi.

MEMBACA  Ahli Kami Tinggalkan Kacamata Pintar Meta Ray-Bans untuk Model Ini, Lengkap dengan Echo Spot Hanya $120

Tinggalkan komentar