Mengapa Penipu Menelepon dan Diam Saja — Cara Menanggapi dengan Aman

Thawatchai Chawong/iStock / Getty Images Plus via Getty Images

Ikuti ZDNET: [Tambahkan kami sebagai sumber pilihan] di Google.

*

Poin Penting ZDNET:**

  • Ada alasan mengapa penipu telepon tidak menanggapi saat Anda mengangkat.
  • Tujuannya hanya untuk mengonfirmasi bahwa nomor Anda aktif dan dapat di-spam.
  • Untuk menangani panggilan seperti ini, tutup saja dan gunakan filter spam untuk memblokirnya.

    ***

    Pernahkah Anda mengangkat telepon dari nomor tidak dikenal, hanya disambut dengan keheningan? Terkadang, tidak ada suara sama sekali. Di waktu lain, ada jeda singkat sebelum seseorang akhirnya menyapa. Anda mungkin mengira orang di seberang sana hanya bingung atau teralihkan, atau mungkin salah sambung. Namun, itu bukanlah kasusnya — setidaknya bukan untuk panggilan penipuan.

    Ya, ada metode di balik kekacauan ini. Sekadar mengetahui ada yang mengangkat panggilan sudah menjadi validasi bahwa telepon tersebut dimiliki orang sungguhan dan nomornya aktif. Itu menandai calon korban dan nomor tersebut sebagai sasaran yang tersedia untuk penipuan di masa depan.

    "Panggilan di mana tidak ada yang merespons jarang terjadi secara tidak sengaja," ujar Shane Barney, Kepala Petugas Keamanan Informasi di penyedia keamanan siber Keeper Security, kepada ZDNET. "Dalam banyak kasus, itu adalah peristiwa pengintaian terotomatisasi. Operasi penipuan berjalan dalam skala industri, dan sebelum mereka mengerahkan upaya manusia pada suatu target, mereka memvalidasi bahwa sebuah nomor aktif dan dijawab oleh orang sungguhan."

    Lalu, apa yang dilakukan penipu dengan nomor Anda?
    "Dalam ekosistem penipuan modern, data kontak yang terverifikasi memiliki nilai," kata Barney. "Data itu dibeli, dijual, dan digunakan kembali. Panggilan bisu dapat berfungsi sebagai mekanisme penyaringan, memisahkan nomor yang tidak aktif dari individu yang dapat dihubungi. Ini lebih tentang mengonfirmasi bahwa ada seseorang di ujung sana daripada percakapannya."

    Dalam beberapa kasus, nomor Anda yang sudah dikonfirmasi dapat mengarah pada panggilan atau email phishing. Di lain waktu, Anda mungkin menjadi target jenis serangan yang lebih serius.
    "Setelah validasi itu terjadi, itu memperkuat kemampuan penyerang untuk melaksanakan serangan lanjutan yang lebih meyakinkan," jelas Barney. "Nomor yang terkonfirmasi dapat dipasangkan dengan alamat email yang telah dibobol, digunakan untuk memicu alur pengaturan ulang kata sandi, atau ditargetkan untuk penipuan tukar-ganti SIM."

    Jenis penipuan ini bukanlah hal baru, meski lebih umum beberapa tahun lalu, papar Barney. Mereka seolah menjadi tidak populer seiring serangan phishing melalui email dan SMS yang semakin umum. Kemunculannya kembali ini menyoroti aspek penting kejahatan siber: penyerang akan menggunakan kembali taktik dan teknik yang terbukti berhasil.

    Bagaimana dengan panggilan di mana seseorang merespons setelah jeda singkat? Itu menunjukkan operasi terotomatisasi yang dijalankan oleh pengirim spam dan penipu.
    “Jeda itu biasanya merupakan fungsi dari infrastruktur panggilan prediktif,” ujar Barney. "Sistem ini melakukan panggilan dalam volume tinggi secara bersamaan dan menggunakan algoritma untuk mendeteksi kapan manusia menjawab. Begitu suara terdeteksi, sistem mengarahkan panggilan ke operator hidup. Penundaan tersebut mencerminkan proses serah-terima. Dari sudut pandang operasional, model ini memungkinkan penipu memaksimalkan efisiensi sambil meminimalkan biaya tenaga kerja."

    Dengan semua ini dalam pikiran, bagaimana seharusnya Anda menangani panggilan semacam ini? Berikut tiga tipsnya.

    1. Letakkan gagang telepon. Jika itu nomor tidak dikenal dan tidak ada yang menanggapi sapaan Anda, tutup saja. Satu-satunya kelemahan di sini adalah beberapa panggilan dengan keheningan awal mungkin sah, misalnya dari kantor, bisnis, atau perusahaan yang dikenal. Dalam hal itu, mereka akan menelepon kembali dan Anda bisa biarkan panggilan masuk ke kotak suara. Jika penting, orang tersebut akan meninggalkan pesan.
    2. Jangan merespons, tapi tetaplah di garis. Strategi lain adalah mengangkat panggilan dari nomor tidak dikenal atau mencurigakan, tapi jangan mengucapkan ‘halo’ atau apapun. Jika Anda hanya mendengar keheningan, tunggu saja sampai panggilan terputus. Jika pengirim spam atau penipu tidak mendeteksi suara di ujung lain, mereka mungkin akan menganggap nomor Anda tidak aktif dan menghapusnya dari daftar panggilan mereka.
    3. Gunakan filter panggilan spam. iPhone dan ponsel Android memang memiliki cara bawaan untuk memblokir dan mengidentifikasi panggilan spam. Namun, aplikasi atau layanan filter spam memberikan kontrol yang lebih rinci. Di AS, tiga operator besar — Verizon, AT&T, dan T-Mobile — menawarkan alat mereka sendiri untuk menangani panggilan spam. Anda juga akan menemukan berbagai aplikasi filter spam pihak ketiga. Beberapa aplikasi yang patut dipertimbangkan adalah RoboKiller, Truecaller, dan Hiya.
MEMBACA  Dua Dokumenter Teknologi Baru yang Kuat: Diperhatikan dan Beli Sekarang

Tinggalkan komentar