Kerry Wan/ZDNET Ikuti ZDNET: Tambahkan kami sebagai sumber pilihan di Google.
—
Tahun ini, "Black Parade" genap berusia 20 tahun. Jika fakta itu membuat Anda merasa tua, mungkin Anda juga berada di usia yang mulai mempertanyakan apakah mencabut TV semalaman atau saat liburan bisa menghemat tagihan listrik.
Memang benar bahwa TV dulu merupakan perangkat yang rakus daya dan menyedot banyak listrik bahkan dalam mode tidur atau siaga. Namun, kita sudah jauh berprogres sejak era awal layar datar dan CRT (bukan that one).
Baca juga: Cara menonaktifkan ACR di TV Anda
Teknologi yang lebih baik membawa efisiensi energi yang lebih tinggi dan biaya lebih rendah. Artinya, meski mencabut TV semalaman tidak lagi seberdampak dulu, Anda tetap bisa mengendalikan sepenuhnya pengaturan daya TV dengan menonaktifkan mode siaga dan indikator LED di berbagai model. Berikut caranya, dan alasan lebih lanjut mengapa Anda perlu melakukannya.
Bagaimana Menonaktifkan Mode Siaga
Setiap merek menyusun opsi menunya berbeda-beda, dan kemampuan untuk mematikan mode penghemat energi seringkali tersembunyi di lapisan setelan yang dalam. Satu-satunya pengecualian adalah jika Anda memiliki TV Fire TV bermerek Amazon, seperti seri Omni atau 4-Series. Entah mengapa, Amazon tidak menyertakan opsi untuk menonaktifkan mode siaga atau mematikan indikator LED yang terang menyilaukan dalam pengaturan pengguna.
Satu-satunya solusi yang saya temukan melibatkan perangkat lunak debugging yang sangat rumit dan, terus terang, sepertinya tidak sebanding dengan pusingnya. Untungnya, merek-merek besar lainnya mempermudah hal ini:
- Samsung: Settings > System/General > Power and Energy > Standby Light
- Sony: Settings > System > ECO > Idle/Standby
- LG: Settings > General > System > Additional Settings > Standby Light
- Hisense: Settings > System > Advanced Settings > Power Indicator
- TCL: Settings > System > Device Preferences > Standby/Power LED Indicator
- Insignia atau Toshiba Fire TV: Settings > Preferences > Standby
- Roku: Settings > System > Power > Standby LED
Tinjauan dari Segi Biaya
Kerry Wan/ZDNET
Jika Anda seperti saya dan tersadar telah menjadi seperti ayah sendiri di tengah omelan tentang mematikan lampu saat keluar ruangan, Anda mungkin ingat betapa borosnya TV zaman dulu. Terutama model LCD dan plasma generasi awal.
Bagi kita yang terbiasa mencabut TV layar datar sepenuhnya saat liburan atau bahkan cuma semalaman, teknologi telah berkembang pesat dalam sepuluh tahun terakhir. Televisi kini jauh lebih efisien energi, berkat teknologi LED yang membantu menekan biaya operasional.
Baca juga: Cara mematikan HDMI-CEC di TV Anda
Dan meski memang menyebalkan bahwa tidak ada lagi perangkat yang benar-benar mati total, daya yang disedot oleh mode siaga dan indikator LED hanyalah setetes air di lautan dibandingkan dengan konsumsi energi lain di rumah Anda.
Menurut U.S. Energy Information Administration, biaya rata-rata listrik per kilowatt jam adalah 17,24 sen. Dan karena banyak TV modern mencantumkan informasi konsumsi daya tahunan, mudah menghitung biaya operasional maksimum serta penghematan aktual dari menonaktifkan mode siaga.
Untuk memberikan gambaran, mari bandingkan dua model TV populer: LG G5 OLED dan Toshiba C350.
| Spesifikasi | LG G5 OLED 55-inch | Toshiba C350 55-inch |
| :— | :—: | :—: |
| kWh/tahun (Maks.) | 231 | 218 |
| Daya Mode Siaga | Kurang dari 0,5W | Kurang dari 0,5W |
| Biaya Tahunan Maks. | $39,82 | $37,50 |
| Rata-rata Biaya Siaga/Tahun | 11 sen | 11 sen |—
Seperti terlihat pada tabel, efisiensi energi dan biaya operasional TV OLED high-end dan LED entry-level cukup seimbang. Dengan selisih hanya 13kWh, menggunakan LG G5 hanya menambah biaya $2,32. Itu pun dengan asumsi TV dinyalakan berjam-jam setiap hari. Keduanya juga menyedot kurang dari 0,5W daya dalam mode siaga.
Untuk menghitung rata-rata biaya tahunan dalam mode siaga, kita punya rumus sederhana. Konversi daya (watt) ke kilowatt jam dengan membaginya dengan 1.000. Lalu kalikan dengan jumlah jam dalam mode siaga, dan akhirnya kalikan hasilnya dengan tarif listrik rata-rata nasional. Untuk ilustrasi ini, saya asumsikan kedua TV akan dalam mode siaga setidaknya 8 jam setiap hari. Perhitungannya kira-kira seperti ini:
(.0005kWh X 8 jam) X .1724
Tentu, biaya pribadi Anda bisa lebih atau kurang tergantung penggunaan TV sebenarnya. Namun dalam skema besar, 11 sen itu tidak akan membuat siapa pun bangkrut atau kaya. Dengan biaya operasional yang begitu mirip antara TV premium dan budget, ini benar-benar membuktikan sejauh mana kemajuan teknologi dalam hal efisiensi energi.