Jim Rapoza/ZDNET
Ikuti ZDNET: Tambahkan kami sebagai sumber pilihan di Google.
—
Sorotan Utama ZDNET
Dell Tech World 2026 berfokus pada bagaimana bisnis dapat merealisasikan AI. Kebutuhan akan AI berdaulat (sovereign AI) semakin krusial seiring diadopsinya agen. Tekanan utama lainnya: meningkatnya biaya penggunaan cloud-based LLMs.
—
Hampir setiap konferensi teknologi saat ini berpusat pada kecerdasan buatan, tak terkecuali Dell Technologies World yang berlangsung minggu ini. Namun yang menarik adalah penekanan pada bagaimana perusahaan benar-benar bisa mengeksekusi AI—khususnya dengan menanamkan lebih banyak kemampuan AI ke dalam infrastruktur.
Baca juga: Mengapa aritek bisnis diprediksi akan memimpin revolusi AI korporat
Tren utama di Dell Tech World 2026 yang mendorong bisnis untuk meningkatkan kapasti AI on-premises antara lain: meningkatnya permintaan akan kedaulatan data dan AI (data and AI sovereignty); perlunya tata kelola (governance) yang lebih ketat—terutama untuk agen; dan kontrol yang lebih langsung atas sistem-sistem kritis ini.
‘Intelligence is becoming infrastructure’
Dalam keynote pembuka, CEO dan chairman Dell, Michael Dell, menyatakan bahwa perusahaan tengah berupaya mendekatkan AI dengan data dan infrastruktur. “Abundant intelligence is here,” ujar Michael Dell kepada hadirin. “Intelligence is becoming infrastructure.”
Perusahaan kini sadar bahwa menjajaki AI melalui public cloud API memang sederhana, namun mengubah proyek percontohan itu ke produksi berskala besar memerlukan server dan komputasi internal yang khusus. Tanpa arsitektur on-premises atau hibrida, bisnis akn menghadapi hambatan terkait kapasitas data dan latensi—terutama saat bertransisi dari AI tradisional ke sistem agen.
Yang tak kalah penting, tekanan terbesar tentu saja biaya penggunaan cloud-based LLMs yang meningkat drastis. Dalam pidatonya, Michael Dell mengenalkan konsep ‘tokenomics,’ sementara wakil chairman dan COO Dell Technologies, Jeff Clarke—dalam keynote hari kedua—mengungkapkan bahwa penggunaan token untuk AI telah melonjak 320 kali lipat dan, pada 2030, konsumsi token global diprediksi tumbuh sebesar 3.400%.
Baca juga: Dari proyek percontoh main ke nilai bisnis: butuh superhighways—begini caranya melaju
Salah satu cara utama untuk menekan biaya—dan inti portofolio Dell—adalah memindahkan beban kerja AI dari cloud ke komputasi on-premises. Selama konferensi, pembicara Dell menjabarkan berbagai cara pemanfaatan komputasi AI internal: dari stasiun kerja lokal hingga rak pusat data raksasa dan perangkat edge—semuanya dapat memotong biaya token secara signifikan.
Selain soal biaya, perpindahan ke komputasi internal juga didorong olh tren kedaulatan data dan AI. Riset Aberdeen menunjukkan bahwa perusahaan di berbagai kawasan dan sektor menuimpulkan bahwa nilai tinggi beroleh menjaga data dan pelatihan AI tetap keluar dari awan dan terlindungi di pusat data perusahaan.