Pendiri miliarder SpaceX, Elon Musk, mengatakan meskipun ada hambatan dalam proyek Starship, perusahaan antariksa tersebut tetap fokus pada tujuannya — dan tujuan itu besar, merah, dan berjarak sekitar 140 juta mil jauhnya.
Dalam video berdurasi 42 menit yang diunggah ke X pada Kamis malam, Musk memaparkan rencana untuk meluncurkan pesawat ruang angkasa raksasa itu ke Mars untuk pertama kalinya paling cepat tahun depan.
Visi utamanya adalah menggunakan armada Starship untuk mengirim 1 juta manusia ke Mars pada 2050. Jelas, dia tidak sekadar ingin mengunjungi planet itu; dia ingin membangun kota permanen yang mandiri di sana.
Jadwal baru ini sulit dibayangkan, terutama bagi mereka yang menyaksikan prototipe Starship meledak pekan lalu. Meskipun pesawat berhasil mencapai luar angkasa selama pengujian, banyak target yang tidak tercapai. Musk dikenal sering meremehkan jadwal — dia pernah menargetkan peluncuran wahana tak berawak ke Mars pada 2018 — tapi itu tidak menghentikannya dari menetapkan garis waktu ambisius lagi.
"Jika kita memiliki dua planet, kita terus maju," katanya. "Kita bisa berada di antara bintang-bintang, menjadikan fiksi ilmiah bukan lagi fiksi."
Berikut intisari pembaruan terbaru Musk tentang Mars:
—
1. Pendaratan di Mars pada 2027
Musk menargetkan akhir 2026 untuk penerbangan Starship tak berawak pertama ke Mars, memanfaatkan penyelarasan orbit yang akan memperpendek perjalanan antarplanet. Pesawat akan tiba 7-9 bulan kemudian pada 2027. Musk memperkirakan peluang peluncuran di jendela waktu itu sekitar 50-50. Jika SpaceX melewatkannya, kesempatan berikutnya baru datang dua tahun kemudian.
Untuk mencapai Mars secepat itu, SpaceX harus menguasai cara mengisi bahan bakar Starship di orbit rendah Bumi — sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya.
—
2. Pertama robot, baru manusia
Meskipun penerbangan pertama tidak membawa manusia, SpaceX tetap berencana mengisi kursi dengan robot humanoid Optimus buatan Tesla. Musk menunjukkan beberapa gambaran robot fiksi ilmiah, termasuk salah satunya sebagai penghormatan pada foto Lunch atop a Skyscraper, dengan Optimus duduk di atas balok baja.
"Akan menjadi gambar epik melihat Optimus berjalan di permukaan Mars," ujarnya.
—
3. Lokasi pendaratan potensial: Arcadia
SpaceX sedang meninjau beberapa area di Mars untuk pendaratan Starship, tetapi kandidat utama saat ini adalah wilayah bernama Arcadia — yang kebetulan juga nama salah satu anak Musk.
Menurut NASA, itu salah satu dari sedikit wilayah dengan es dangkal yang relatif dekat dengan ekuator Mars. SpaceX memprioritaskan lokasi yang tidak terlalu dekat kutub, memiliki es sebagai sumber air, dan tidak terlalu berbukit untuk roket.
—
4. Armada ribuan pesawat
Dengan setiap jendela peluncuran ke Mars, SpaceX ingin meningkatkan frekuensi penerbangan. Untuk itu, mereka membutuhkan lebih banyak roket dan pesawat. Saat ini, pabrik SpaceX di Starbase, Texas — yang baru saja dijadikan kota oleh penduduk setempat — bisa memproduksi satu Starship setiap 2-3 minggu. Perusahaan akan membangun dua fasilitas "Giga Bay" (di Texas dan Florida) untuk meningkatkan produksi hingga beberapa unit per hari.
Musk membayangkan 1.000 hingga 2.000 pesawat berangkat ke Mars setiap beberapa tahun, dengan kemampuan menangkap dan menggunakan kembali booster dalam hitungan jam. Tujuannya adalah mengirim cukup banyak orang, infrastruktur, dan persediaan agar jika pengiriman dari Bumi terhenti, kota Mars tetap bisa bertahan.
"Perkiraan saya sekitar satu juta ton, tapi mungkin 10 juta ton. Saya harap tidak sampai 100 juta ton," katanya. "Itu terlalu banyak."
—
LIHAT JUGA:
Dengarkan suara menyeramkan Mars yang direkam oleh rover NASA
Elon Musk memberikan presentasi berjudul *”The Road to Making Life Multiplanetary.”*
Kredit: SpaceX / X screenshot
Wahana Mars Odyssey NASA mengamati Arcadia, wilayah dengan es, pada 2001.
Kredit: NASA / JPL / Arizona State University
Tweet ini saat ini tidak tersedia. Mungkin sedang dimuat atau telah dihapus.