Malam pada Piala Dunia Terakhir yang Digelar AS: Salah Satu Momen Paling Aneh dalam Sejarah Olahraga

Olahraga langsung tetap jadi salah satu kekuatan pemersatu terakhir dalam semangat zaman Amerika, satu-satunya hal yang masih bikin teman dan keluarga berkumpul di depan TV serta membentuk komunitas. Meskipun layanan streaming dan YouTube udah memecah belah audiens tontonan dan mengubah kebiasaan kita, sebagian besar orang masih setia nonton acara seperti Piala Dunia dan Final NBA secara langsung di jaringan televisi utama.

Piala Dunia tahun ini terasa nggak bisa dihindari, skalanya lebih besar dari sebelumnya—lebih banyak tim, lebih banyak liputan media—tapi ini mengingatkanku pada terakhir kali AS jadi tuan rumah turnamen ini, tahun 1994. Bukan karena yang terjadi di lapangan, melainkan karena apa yang terjadi pas turnamen dimulai, waktu kita semua ngumpul di depan TV buat nonton.

Tanggal 17 Juni adalah hari upacara pembukaan Piala Dunia 1994. Presiden Bill Clinton dan Oprah Winfrey, dua orang paling terkenal di dunia saat itu, hadir di sana. Malam itu juga jadi malam game 5 Final NBA antara Houston Rockets dan New York Knicks (aku nyesel ngingetin, tapi Knicks kalah di game tujuh). Hari itu juga Ken Griffey Jr. menyamai salah satu rekor home run Babe Ruth ketika Seattle Mariners melawan Kansas City Royals. Dan Arnold Palmer main di putaran terakhirnya di US Open.

Aku kagak bakal ingat sebagian besar ini, kecuali karena salah satu dokumenter favoritku di seri 30 for 30 milik ESPN, yang judulnya simpel June 17th, 1994, jadi pengingat luar biasa betapa besarnya hari itu dalam sejarah olahraga… dan gimana semuanya terusir oleh pengejaran mobil O.J. Simpson yang nenggelamkan semua siaran itu, biar kita bisa nonton salah satu momen paling menegangkan dalam budaya pop terjadi di depan mata kita.

MEMBACA  Ulasan Fiksi Terbagi: Petualangan Co-Op yang Halus untuk Teman dan Mitra

Pengejaran Bronco putih nan terkenal itu ninggalin jejak dalam sejarah.

Aku tahu lo udah tau ini, tapi sebagai penyegar, istri Simpson, Nicole Brown Simpson, sama temennya Ron Goldman, udah ditemukan tewas terbunuh lima hari sebelumnya, dan O.J. Simpson jadi tersangka utama. Dia diharapkan menyerahkan diri ke polisi pada 17 Juni. Simpson nggak muncul, dan selama beberapa jam, dia tetap hilang dan dinyatakan sebagai buronan.

Lalu, pas malem itu, dia memimpin polisi dalam pengejaran kecepatan rendah keliling Los Angeles sekitar dua jam di Ford Bronco putih yang dikemudikan temennya, Al Cowlings. Sepanjang pengejaran, Simpson ngancam bunuh diri dan megang pistol ke kepalanya, sebelum akhirnya pulang dan menyerah. The New York Times melapor bahwa 95 juta orang, 67% dari semua rumah tangga AS, nonton pengejaran itu. Acara itu disiarkan di ABC, NBC, CBS, dan CNN, menjeda semua liputan olahraga yang ditonton para penggemar.

Buat kita yang masih hidup saat itu, kita semua pasti punya cerita “di mana lo pas pengejaran O.J.?” walau itu bukan topik yang sering muncul dalam obrolan sekarang. Sejujurnya, kalau bukan karena judul dokumenter ini, aku pasti nggak bakal ingat tanggalnya. Tapi aku nggak bisa bikin ingatan itu ilang begitu jelas sekarang, apalagi dengan Piala Dunia yang balik ke AS, dan Knicks kembali ke Final NBA.

June 17th, 1994, dibuat dengan sangat apik oleh sutradara Brett Morgen, merangkum semua liputan olahraga televisi hari itu dengan liputan berita seputar kasus Simpson, yang berpuncak pada salah satu momen paling mencekam yang pernah tertangkap di televisi langsung.Apa yang seharusnya jadi hari yang luar biasa dalam sejarah olahraga, dan pasti bakal punya nada yang lebih meriah, benar-benar kalah pamor oleh drama di luar lapangan atlet lain.

MEMBACA  Sebagai Kreator, Ini Distro Linux Terbaru Favorit Saya yang Sempurna untuk Multimedia — Inilah Alasannya

Alur narasi kronologis yang detail dalam film ini bikin ketegangan dari acara olahraga dan tindakan Simpson terungkap secara waktu nyata. Kebanyakan dari kita ingat pengejaran itu, tapi apa yang mendahuluinya, seperti diingatkan film ini, melibatkan banyak jam ketidakpastian dan rasa takut yang meningkat bahwa ini bakal berakhir dengan tragedi lebih besar lagi. Semua kegembiraan saat ini seputar acara olahraga besar yang terjadi pekan ini dan bulan ini memang menggetarkan, tapi rasanya hampir kayak ini memicu ingatan sensoris, membawaku balik ke hari itu 19 tahun lalu.

Entah lo hidup untuk menyaksikan hari itu atau nggak, film ini wajib ditonton, dikisahkan hampir sepenuhnya dari tayangan TV langsung dan rekaman berita, yang nangkep banyak emosi dan suasana hati saat itu dengan sempurna.

June 17th, 1994, sekarang tersedai di ESPN Unlimited dan Netflix, meskipun ironisnya, film ini akan meninggalkan Netflix pada 14 Juni.

Tinggalkan komentar