Lucid Tetapkan CEO Baru, Kembangkan Kemitraan Robotaxi dengan Uber

Pasar mobil listrik di AS sedang mengalami masa sulit saat ini. Namun, Lucid berharap dengan adanya CEO baru dan suntikan dana segar dari Uber serta dana kekayaan negara (sovereign wealth fund) Arab Saudi, kondisi dapat berbalik arah.

Produsen mobil listrik mewah yang berbasis di California itu mengumumkan serangkaian pembaruan penting pada hari Selasa. Termasuk di dalamnya adalah penunjukan Silvio Napoli, mantan pimpinan Schindler Group asal Swiss, sebagai CEO baru, disertai pendanaan baru senilai $750 juta.

Perusahaan menyatakan dalam siaran pers bahwa Napoli dipilih karena keahlian operasional dan disiplin finansialnya. Ia akan memegang kendali saat Lucid berupaya meningkatkan produksi SUV Gravity dan sedan Air, sembari melanjutkan pengembangan lini mobil midsize yang lebih terjangkau. Sebelumnya, Napoli pernah menjabat sebagai CEO Schindler Group, produsen elevator dan eskalator, dalam dua periode terpisah sejak 2014, dengan total sekitar enam tahun.

Lucid juga mengonfirmasi telah memperoleh investasi tambahan $550 juta dari Ayar Third Investment Company, afiliasi dari Public Investment Fund (PIF) Arab Saudi. Ayar Third sebelumnya telah berkomitmen lebih dari $1 miliar untuk Lucid pada tahun 2024.

Uber pun semakin memperkuat investasinya di perusahaan ini. Raksasa aplikasi pemesanan kendaraan tersebut menanamkan tambahan $200 juta ke Lucid, sehingga total investasinya mencapai $500 juta. Kemitraan kedua perusahaan ini pertama kali diumumkan musim panas lalu, ketika Uber menyatakan akan menggelar setidaknya 20.000 unit Lucid Gravity SUV yang dilengkapi teknologi swakemudi dari Nuro dalam lima tahun ke depan. Kini, angka tersebut telah berkembang menjadi minimal 35.000 kendaraan, termasuk model midsize di masa depan.

Kabar ini muncul di tengah industri EV di AS yang menghadapi tantangan besar pasca perubahan kebijakan, seperti pelonggaran regulasi efisiensi bahan bakar dan berakhirnya subsidi federal untuk EV, ditambah persaingan ketat dari Tiongkok. Hal ini membuat beberapa produsen mobil meninjau ulang strategi EV mereka di negara tersebut. Lucid sendiri pada Februari lalu mengumumkan pemutusan hubungan kerja terhadap lebih dari 300 karyawannya.

MEMBACA  Stasiun dokking SSD ini mengubah permainan bagi para kreator dengan perpustakaan media besar

Kini, sejumlah produsen EV seperti Lucid berharap bahwa meningkatnya minat terhadap robotaxi dapat menjadi penyelamat yang mereka butuhkan.

“Pengumuman hari ini menunjukkan semakin kuatnya hubungan kami dengan Uber, kemitraan berkelanjutan dengan PIF, serta manfaat dari platform EV berbasis perangkat lunak kami bagi jaringan mobilitas generasi berikutnya,” ujar CEO sementara Lucid, Marc Winterhoff, dalam sebuah siaran pers. “Berdasarkan kemajuan pesat kolaborasi kami dengan Lucid Gravity, platform Midsize kami akan memungkinkan mobilitas otonom dalam skala besar melalui efisiensi biaya, kesederhanaan manufaktur, dan pengalaman pengguna yang berorientasi teknologi. Ini merupakan tonggak lainnya dalam kemitraan kami dengan Uber dan Nuro, dan kami berharap dapat melanjutkan momentum ini bersama di tahun-tahun mendatang.”

Di luar Lucid, Uber pada Maret lalu mengumumkan kemitraan dengan Rivian untuk menggelar 50.000 kendaraan mereka guna layanan robotaxi pada tahun 2031.

Dan yang lebih baru, Uber mengumumkan sedang menguji robotaxi di Los Angeles bersama MOIA America, anak perusahaan mobilitas otonom Volkswagen. Uji coba ini melibatkan validasi di jalan untuk van ID. Buzz otonom yang dibuat khusus, yakni versi listrik dari mikrobus ikonis Volkswagen era 1960-an. Kedua perusahaan berencana meningkatkan armada uji coba ini menjadi lebih dari 100 kendaraan selama periode pengujian.

Tinggalkan komentar