Bayangkan sebuah situasi: Anda terjepit di kursi tengah pesawat Boeing yang sedang melaju di ketinggian 38.000 kaki. Separuh tertidur, separuh lagi beralih antara pesan, media sosial, dan platform streaming musik. Lampu kabin redup. Penumpang asing di sebelah Anda bergeser di kursinya. Dari sudut mata, Anda sadar tatapannya sesaat mengarah ke layar Anda.
Itulah momen di mana Privacy Display baru pada Samsung Galaxy S26 Ultra—yang diumumkan Rabu dalam acara Galaxy Unpacked 2026—dapat bekerja dengan senyap.
Berbeda dengan pelindung layar konvensional yang menggelapkan tampilan secara permanen, fitur ini terintegrasi langsung ke dalam panel ponsel seharga $1.300 itu. Bukan lapisan tambahan, melainkan bagian dari perangkat kerasnya sendiri, berfungsi mulus dengan perangkat lunak.
Dalam acara Unpacked, Samsung menghadirkan Miles Franklin dari MilesAboveTech untuk mendemonstrasikannya. Bagi Miles yang melihat lurus ke layar, tampilan tetap tajam, terang, dan akurat warna. Tapi bagi yang mengintip dari samping—seperti kami yang menyaksikan demo—kontennya memudar menjadi bayangan. Dari sudut itu, layar tampak seperti mati.
"Ini sungguh salah satu fitur paling keren yang pernah saya lihat di ponsel dalam beberapa tahun terakhir," ujar Franklin.
Cara Kerja Privacy Display
Teknologi ini mengandalkan kombinasi pencahayaan berpola dan lapisan piksel adaptif yang mengontrol penyebaran cahaya dari berbagai sudut. Layar biasa menyebarkan cahaya secara luas agar bisa dilihat banyak orang. S26 Ultra justru sebaliknya saat mode privasi aktif. Cahaya difokuskan ke depan dalam sorotan lebih sempit, membatasi visibilitas dari samping tanpa mengganggu kejelasan bagi pengguna utama.
Sensor juga berperan. Dengan kamera depan dan algoritma kesadaran lingkungan, perangkat dapat mendeteksi ketika wajah lain muncul dalam bidang pandang. Jika ada orang di sekitar atau yang melirik dari samping, mode privasi yang ditingkatkan dapat aktif otomatis. Proses ini juga bisa dijalankan secara otomatis saat notifikasi tertentu muncul atau ketika aplikasi spesifik—seperti perbankan atau media sosial—dibuka.
Kembali ke dalam pesawat, Anda kini dapat terus mengetik. Penumpang di sebelah Anda bergeser lagi—mungkin penasaran, mungkin bosan. Tak lagi penting. Layar Anda tetap hanya milik Anda.