Krisis Memori Kembali Melanda, Harga Microsoft Surface Turut Meroket

Kekurangan chip RAM yang berlangsung kini menelan korban berikutnya: jajaran PC Surface milik Microsoft. Microsoft diam-diam menaikkan harga semua komputer Surface yang tersedia di Microsoft Store, dan perubahan harga tersebut diperkirakan akan tercermin di toko ritel dalam waktu dekat.

“Akibat kenaikan biaya memori dan komponen baru-baru ini, Surface memperbarui harga di Microsoft.com untuk portofolio perangkat keras generasi saat ini,” ujar juru bicara Microsoft kepada CNET melalui email. “Kami tetap berkomitmen memberikan nilai terbaik kepada pelanggan dan mitra sembari mempertahankan standar kualitas dan inovasi.”

Besaran kenaikan harganya bervariasi tergantung model, tetapi mencapai puncaknya sekitar $500 untuk model flagship dan beberapa model midrange. Seperti disinggung Windows Central, artinya perangkat Surface midrange sekarang lebih mahal dibanding harga model flagship dua tahun lalu saat peluncuran.

Harga awal terkini di Microsoft Store adalah sebagai berikut:

  • Surface Laptop 15-inch: $1.600
  • Surface Laptop 13,8-inch: $1.500
  • Surface Laptop 13-inch: $1.150
  • Surface Pro 12-inch: $1.050
  • Surface Pro 13-inch: $1.500

Hal ini menempatkan laptop Surface dan Surface Pro di atas harga beberapa laptop terbaik dari perusahaan seperti Apple, Acer, dan HP.

Kekurangan memori belum tampak ujungnya

Microsoft bukan satu-satunya raksasa teknologi yang merasakan tekanan pekan ini, seiring pusat data AI terus menyerap chip RAM yang tersedia sebanyak mungkin.

Samsung juga menaikkan harga beberapa ponsel dan tabletnya hingga $280 pada Selasa lalu. Apple punya beberapa konfigurasi produk yang intensif RAM dan penyimpanan tercatat habis terjual per Senin.

Kabarnya yang lebih tidak menguntungkan adalah harga kemungkinan akan terus meningkat dan bertahan di level tinggi. Permintaan RAM dari pusat data AI sangatlah besar dan tidak menunjukkan tanda-tanda melambat. Bahkan, Micron, salah satu pemasok memori terbesar, menutup merek Crucial-nya yang berfokus pada konsumen untuk memproduksi lebih banyak RAM bagi pusat data AI.

Pemasok memori besar lain seperti Samsung dan SK Hynix juga merasakan tekanan, dengan ketua perusahaan yang terakhir menyatakan bahwa kekurangan chip memori ini kemungkinan akan berlangsung minimal hingga akhir dekade ini.

MEMBACA  Jaringan Propaganda Rusia Mempromosikan Video Biden yang Dimanipulasi AI

Tinggalkan komentar