Konfrontasi Tulang Selangka oleh Perempuan Trans Soal Pencetus ‘Looksmaxxing’

Influencer “Looksmaxxing” Clavicular baru-baru ini didekati oleh tiga wanita trans, yang memicu perdebatan mengenai komunitas mana — incel atau wanita trans — yang sesungguhnya memulai gerakan kecantikan yang intens ini.

Dalam sebuah video viral yang diambil dari siaran Kick-nya baru-baru ini, Clavicular terlihat sedang makan di sebuah restoran di Florida ketika temannya, Andrew Morales alias “Cuban Tarzan,” melihat tiga wanita menarik dan mengarahkan kamera ke mereka untuk menunjukkan para “gooners”.

Tak lama kemudian, ketiga wanita itu menghampiri meja Clavicular. Salah satunya bertanya, “Kenapa aku bisa ‘mogging’ kamu sekarang?” ‘Mogging’ adalah istilah yang menggambarkan tindakan mengalahkan pesona seseorang.

“Aku lagi ‘dragqueenmaxxing’ nih, no shade,” tambah wanita yang tidak disebutkan namanya itu.

Kemudian, ketiga wanita tersebut memberitahu Clavicular, yang juga dikenal sebagai Braden Peters (20 tahun), bahwa mereka adalah trans. Clavicular menanggapi dengan mengajukan pertanyaan tentang anatomi tubuh para wanita tersebut.

Diskusi berubah ketika wanita yang pertama menghampiri mejanya berkata kepada Clavicular, “Kamu tahu kan wanita trans adalah ‘OG looksmaxxers’?”

Clavicular tampak mengakui peran wanita trans dalam praktik kecantikan ini, yang melibatkan rutinitas ekstrem untuk kulit, rambut, kebugaran, dan nutrisi, serta penggunaan steroid dan hormon (bahkan operasi, seperti ‘bonesmashing’). Wanita yang pertama menghampiri mejanya berkata, “Aku pakai peptida, aku pakai reta.”

Clavicular mengakui bahwa wanita trans di Reddit telah menggunakan istilah-istilah looksmaxxing sejak awal tahun 2020-an.

Tapi ketika salah satu wanita berkata, “Kamu itu seperti meniru kami,” Clavicular membantah dengan menggelengkan kepala.

Para wanita kemudian meminta Clavicular menilai penampilan mereka, namun ia tampak sudah cukup dengan interaksi tersebut dan menolak. Sementara Clavicular menunjukkan kebosanan dan sikap superioritasnya yang biasa terhadap para wanita itu, ia tidak menghina mereka. Di sisi lain, Morales menunjukkan sikap transfobia dengan berulang kali meminta maaf karena sempat menganggap para wanita tersebut menarik sebelum mengetahui mereka adalah trans.

MEMBACA  Tuntutan Hukum Terhadap Kebingungan Mengungkap Halusinasi Berita Palsu

Filsafat politik Clavicular tidak sepenuhnya jelas, meskipun dia telah melakukan wawancara dan kolaborasi dengan influencer sayap kanan, tokoh-tokoh ‘manosphere’, dan supremasi kulit putih. Dia juga sebelumnya pernah mengungkapkan sikap transfobia yang samar-samar, menurut Them.

Mengenai komunitas mana yang pertama kali mengadopsi ‘looksmaxxing’, secara luas diterima bahwa komunitas incel (pria yang tidak bersedia menjomblo) di awal 2020-an adalah yang pertama mencetuskan frasa tersebut dan mendasarkan sebagian besar kepribadian mereka pada upaya memaksimalkan penampilan.

Tentu saja, wanita trans telah ada sejak orang memahami arti “transgender”, dan memiliki sejarah panjang dalam mengubah penampilan mereka tidak hanya untuk menjadi lebih cantik dan kuat, tetapi juga untuk lebih selaras dengan identitas gender mereka.

Tinggalkan komentar