Kerja Sama Google & SpaceX untuk Meluncurkan Pusat Data Orbit

Masih ingat rencana Elon Musk untuk menempatkan pusat data AI di luar angkasa? Ternyata, ide ini mulai dianggap serius oleh beberapa perusahaan. Salah satunya adalah Google.

Berdasarkan laporan terbaru dari Wall Street Journal, Google dikabarkan sedang menjajaki kesepakatan dengan SpaceX—perusahaan eksplorasi antariksa milik Musk—untuk meluncurkan roket guna menempatkan pusat data di orbit.

Ketika SpaceX mengakuisisi xAI, perusahaan AI milik Musk, awal tahun ini, Musk merilis pernyataan yang menjelaskan alasan di balik penggabungan perusahaannya. Salah satu alasan utamanya? Pusat data di orbit. Meski bukan satu-satunya alasan, hal ini menjadi fokus sentral dalam akuisisi xAI oleh SpaceX. Sebelumnya, SpaceX telah mengajukan permohonan ke Komisi Komunikasi Federal (FCC) untuk mendapatkan izin meluncurkan "satu juta satelit" guna menempatkan pusat data AI di orbit.

"Kemajuan AI saat ini sangat bergantung pada pusat data berbasis darat yang membutuhkan daya dan pendinginan dalam jumlah besar," jelas Musk saat pengumuman akuisisi. "Kebutuhan listrik global untuk AI tidak dapat dipenuhi hanya dengan solusi terestrial, bahkan dalam jangka pendek, tanpa menimbulkan kesulitan bagi masyarakat dan lingkungan. Dalam jangka panjang, AI berbasis antariksa adalah satu-satunya cara untuk melakukan penskalaan."

Google tampaknya sependapat dengan Musk. Pada akhir tahun lalu, Google mengumumkan Project Suncatcher, sebuah inisiatif untuk meluncurkan satelit prototipe pada tahun 2027 guna "suatu hari dapat melakukan penskalaan pembelajaran mesin di luar angkasa." Kemudian, pada bulan Februari—hanya beberapa pekan setelah akuisisi SpaceX terhadap xAI—CEO Google, Sundar Pichai, mengungkapkan bahwa perusahaannya sedang menjajaki pembangunan pusat data orbital sendiri.

Dalam sebuah pidato di AI Impact Summit di New Delhi, India, Pichai menceritakan bahwa saat tumbuh dewasa di India, ia tidak pernah membayangkan akan "suatu hari menghabiskan waktu bersama tim untuk mencari cara menempatkan pusat data di luar angkasa."

MEMBACA  Sorotan Eksklusif: Strategi AS Open Senilai $800 Juta untuk Hadirkan Ruang Mewah bagi Para Penonton

Meskipun Google masih menjajaki opsi peluncuran roket dengan perusahaan lain, raksasa mesin pencari ini bukanlah yang pertama menjalin kemitraan dengan SpaceX demi mewujudkan pusat data AI baru di orbit. Pekan lalu, Anthropic dan SpaceX mengumumkan kolopsi kerja sama untuk memanfaatkan pusat data milik xAI di Memphis, Tennessee. Kesepakatan ini juga mencakup pengembangan teknologi antariksa di masa depan.

Kesepakatan dengan Google juga akan sangat menguntungkkan bagi SpaceX saat ini, karena perusahaan tersebut tengah merencanakan Initial Public Offering (IPO) senilai $1,75 triliun dalam beberapa bulan mendatang.

Tinggalkan komentar