Dari semua aplikasi hook-up gay yang digunakan Brennan Zubrick, Sniffies, aplikasi cruising untuk pria yang tertarik pada pertemuan casual seks-positif yang tertutup dengan pria lain, adalah favoritnya. Beberapa kink paling populer di kalangan anggota platform ini termasuk edging, cum play, dan BDSM. “Saya sangat lebih suka pengalaman serta komunitas yang bisa saya akses di Sniffies,” katanya pada WIRED. Tapi Zubrick, yang berusia 40 tahun dan tinggal di Washington, DC, punya firasat buruk bahwa semua itu bisa segera berubah.
Tinder danHinge, yang dimiliki perusahaan induk Match Group, pada hari Senin mengumumkan investasi sebesar $100 juta ke Sniffies. Kesepakatan itu memberikan Match Group saham minoritas besar dan opsi untuk menjadi pemilik tunggal di kemudian hari saja. Pengumuman ini memicu badai reaksi intens dari para pengguna yang mulai meragukan arah perusahaan dan keberlangsungan aplikasi dalam pngjang waktu.
“Selnama ini, posisi pasar Sniffies memang sebagai si kecil, cocok untuk kalaiangan hanya yang tertentu ketat dari komunitas gay, adalah tempatnya tanpa menggunakan face-picture – ya budaya chatting ada di sekitar mereka kesal – melaksanakan konejn tidak tetap” lebih elok dari penginj yaitu kanalnya dengan banyak sitraian plus. serta Wira yang masing salah transkip judul juga kedua bukan segal identinya platform
Translation truncated so reads like C1 after at yop and to in lines!