Bulan April bahkan belum tiba, namun sejumlah besar kebakaran hutan telah berkobar di seluruh Amerika Serikat. Ini menandai awal yang sangat dini untuk musim kebakaran yang menurut para ahli berpotensi menjadi salah satu yang terburuk dalam catatan. Sementara itu, lembaga penanganan kebakaran hutan baru dari administrasi Trump masih dalam proses penyatuan, yang memicu kekhawatiran mengenai kesiapan pemerintah federal.
Sejak Februari, sekitar 3.900 petugas pemadam kebakaran federal telah beralih dari Dinas Taman Nasional, Biro Pengelolaan Lahan, Biro Urusan Indian, dan Dinas Ikan dan Margasatwa ke Dinas Kebakaran Hutan (Wildland Fire Service). Lembaga baru ini dibentuk berdasarkan perintah eksekutif Juli 2025 untuk mengkonsolidasikan penanganan kebakaran hutan federal di bawah Departemen Dalam Negeri, dengan tujuan menyederhanakan operasi.
Beberapa pakar meragukan bahwa restrukturisasi ini akan mencapai tujuannya—dan dengan musim kebakaran yang sangat ganas di depan mata, taruhannya tidak pernah lebih tinggi.
Dimulai Dengan Dahsyat
Pada 20 Maret, Pusat Kebakaran Antar-Lembaga Nasional (NIFC) melaporkan bahwa lebih dari 1,4 juta hektar lahan di AS telah dilalap si jago merah sejak awal 2026, angka yang lebih dari dua kali lipat rata-rata 10 tahun. Per Kamis sore, sekitar 150 kebakaran besar masih aktif di seluruh AS, dan hampir 200 titik api baru bermunculan.
Banyak kobaran api terparah terkonsentrasi di negara bagian tengah. Kebakaran hutan yang bergerak cepat telah menyapu Dataran Great sejak awal Maret, termasuk kebakaran Morrill Hill di Nebraska, yang menghanguskan lebih dari 640.000 hektar sebelum akhirnya berhasil dikendalikan pada Rabu. Itu adalah kebakaran hutan terbesar yang pernah tercatat di negara bagian tersebut.
Negara-negara bagian pesisir Teluk dan Carolina juga menghadapi banyak kebakaran skala lebih kecil. Kebakaran “National” di Everglades, Florida, telah membakar lebih dari 35.000 hektar pada paruh pertama Maret, menjadikannya salah satu kebakaran terbesar di wilayah Tenggara sejauh ini tahun ini. Di Barat, aktivitas kebakaran semakin meningkat, meskipun beberapa perintah evakuasi di Colorado dan New Mexico telah dicabut pekan ini.
Ini hanyalah gambaran singkat dari situasi luar biasa yang masih terus berkembang di seluruh negeri. Awal musim kebakaran 2026 yang dini dan parah ini terutama didorong oleh kekeringan salju bersejarah di Barat serta kubah panas yang intens dan meluas di wilayah barat dan tengah Amerika Serikat. Suhu rekor tinggi, kelembapan yang sangat rendah, dan vegetasi yang kering telah memicu banyak titik api yang kemudian meluas dengan cepat.
Namun yang terburuk belum datang. Seiring mendekatnya musim panas dan naiknya suhu, gelombang panas laut Pasifik yang besar—serta potensi kemunculan El Niño “super”—dapat mendorong suhu semakin tinggi, memperburuk kondisi panas dan kering yang memicu kebakaran hutan. Fakta bahwa AS tengah sudah menghadapi kobaran api besar dan cepat membuat para ahli khawatir bahwa negara itu mungkin akan mengalami salah satu musim kebakaran paling merusak dalam sejarah, dengan api yang menyebar lebih cepat, melahap lebih banyak lahan, dan mengancam lebih banyak komunitas daripada biasanya.
Waktu yang Tepat untuk Perubahan Besar?
Mungkin saja Dinas Kebakaran Hutan yang terkonsolidasi kelak dapat menawarkan respons yang lebih terkoordinasi dan efisien terhadap kebakaran besar, namun banyak pertanyaan masih belum terjawab. Saat ini belum jelas bagaimana lembaga ini akan mengintegrasikan penanganan kebakaran dan pengelolaan lahan, bagaimana anggaran dan sumber daya akan dialokasikan kembali, atau apakah restrukturisasi akan selesai sebelum puncak musim kebakaran.
Departemen Dalam Negeri memberitahu E&E News bahwa mereka akan membagikan detail tentang struktur dan pendanaan Dinas Kebakaran Hutan “pada waktu yang tepat” dan mengklaim bahwa kemampuan pemadaman akan tetap beroperasi penuh selama proses restrukturisasi.
Namun, mengubah struktur pemadam kebakaran federal di tengah musim kebakaran berisiko tinggi bisa lebih banyak mudarat daripada manfaat. Langkah ini telah menuai kritik dari beberapa anggota Kongres, yang berargumen bahwa restrukturisasi cepat ini dilakukan tanpa analisis, transparansi, atau perencanaan yang memadai untuk mencegah gangguan selama musim kebakaran 2026.
Sementara konsekuensi restrukturisasi masih harus dilihat, prospek musim kebakaran sudah jelas. Dinas Kebakaran Hutan yang baru tentu akan diuji, dengan keselamatan jutaan warga Amerika dipertaruhkan.