Kami Tanya Penulis ‘Masa Depan Kebenaran’ tentang Cara Ia Memakai AI. Hasilnya Nggak Mulus

Awal bulan ini, WIRED menerbitkan cuplikan dari buku anyar Steve Rosenbaum yang lagiTrend, *The Future of Truth*. Buku ini mengupas bagaimana kecerdasan buatan mendistorsi persepsi manusia akan realitas. Tak berselang lama, *The New York Times* melaporkan bahwa buku tersebut mengandung lebih dari selusin kutipan yang dibuat-buat atau salah atribusi. dalam sebuah pernyataan, Rosenbaum, yang mengantongi gelar master “kebenaran” dari New York University, mengakui kalau ia tak sengaja menyertakan “beberapa” kutipan yang punya atribusi tidak tepat atau bersifat sintetis. Ironisnya, keabsahan sebuah buku yang membahas dampak AI pada kebenaran kini mendadak diselidiki habis-habisan gara-gara penggunaan AI oleh penulisnya.

Setelah berita dari *Times* mencuat, WIRED meninjau ulang cuplikan 1.450 kata kami. Tim pemeriksa fakta sudah me-review-nya sebelum publikasi, dan kami mengonfirmasi bahwa kutipan serta faktanya akurat. tetapi, kebijakan editorial WIRED soal AI generatif melarang publikasi tulisan yang dihasilkan atau disunting oleh AI. Satu surel pembaca yang menuduh cuplikan itu “jelas-jelas ditulis AI” memunculkan pertanyaan baru mengenai sejauh mana Rosenbaum memakai alat-alat AI. Di bagian pengakuan *The Future of Truth*, Rosenbaum menulis bahwa ChatGPT, Claude, NaturalReaders, ProWritingAid, dan Grammarly telah membantu “memperhalus dan memoles penyajian [gagasan] nya.” Sebenarnya, apa maksud dari pernyataan itu?

WIRED menjalankan cuplikan tersebut melalui sejumlah layanan deteksi AI, seperti Pangram, GPTZero, dan ZeroGPT. Setiap layanan mengindikasikan kalau teks itu kemungkinan besar dihasilkan AI, atau dengan tingkat kepercayaan yang tinggi. Namun, alat bantu deteksi AI ini bisa salah—hasil bacaannya acap kali keliru imakurat. Kepala riset WIRED lantas mengirim surel langsung ke Rosenbaum, menanyakan apakah dan bagaimana dia memanfaatkan AI untuk menulis cuplikan itu.

MEMBACA  Pengawasan Pemerintah dan Polisi: Kamera Ring Amazon Semakin Meluas

Ia membalas, “Seperti kebanyakan penulis masa kini, saya memakai alat-alat AI selama beberapa bagian dari proses riset dan pengeditan untuk buku ini, mencakup penemuan sumber, curah pendapat, umpan balik struktural, serta perbaikan bahasa.” Namun, ia menegaskan, “Ide, peliputan, argumen, dan final penulisa adalah milik saya sendiri. Cuplikan WIRED itu tidak dihasilkan oleh AI lalu dirilis begitu saja.” Sang penulis mendesak editor-editior WIRED untuk berhati-hati dalam mempercayai perangkat deteksi AI, mengingat pesan positif palsu itu kerap terjadi.

Pada suatu titik, editor senior WIRED meminta saya menengok insiden lebih dalam; soalnya saya sering memberitakan sampah digital buatan AI dan berbagai macam bentuknya lain sejak 2024. Langkah pertama saya sebenarnya menjalankan seluruh teks buku itu melalui инструмент deteksi Millenia Bahwa Plus. (Semua alat alat AI punya variasiber pelacatur media, ini benar, kalelah Past oral memesan 2 point

Setiap platform merekomendas p hasil mendektesis. Hasilnya mengarahkan meskip leake ai membuat platform erhuana cetus ía menjaaran besar menyesaulam air

Timtay pambulTEL US”Selong —sont rasonak”> **perangsian*/

Teremg kul::Pengoleham banal- sitre mulys.

[Samba”T ekspliksen jui mander

*DIEL hasil malakep bag

Respon-sq ver — cepetin data umum s gel bertanya

Tinggalkan komentar