Kamera Baru GoPro Mission 1 Hadir dengan Video 8K dan Lensa yang Dapat Ditukar

GoPro merupakan pelopor dalam menciptakan kamera aksi. Namun, sejak kemunculan perdana kamera Hero, berbagai pesaing terus mengejar dan terkadang bahkan melampauinya. Perusahaan kini berupaya mengubah keadaan dengan meluncurkan jajaran baru kamera aksi high-end bernama Mission 1.

Seri kamera baru ini terdiri dari Mission 1, Mission 1 Pro, dan Mission 1 Pro ILS. Ketiganya dilengkapi sensor yang lebih besar dengan kemampuan video 8K, performa dalam cahaya rendah yang ditingkatkan, rekaman slow-motion hingga 32X, serta foto still 50 megapiksel. Versi Pro ILS menggunakan lensa yang dapat dipertukarkan berdasarkan dudukan Micro Four Thirds.

Misi dalam Cahaya Redup

Seri Mission menggunakan sensor 1-inci baru, yang sejauh ini merupakan sensor terbesar dalam kamera aksi. Sensor baru ini, digabungkan dengan prosesor GP3 yang diumumkan GoPro awal tahun ini, diharapkan memberikan performa low-light yang lebih baik—aspek di mana GoPro sebelumnya kerap tertinggal dibanding pesaing seperti DJI dan Insta360.

GoPro mengklaim sensor baru ini menawarkan rentang dinamis hingga 14 stop, yang setara dengan kamera mirrorless full-frame. Hal ini didukung pula oleh mode perekaman 10-bit GP-Log2 yang tersedia, yang memaksimalkan rentang dinamis dan memungkinkan koreksi warna yang fleksibel dalam pascaproduksi.

Kombinasi sensor dan prosesor baru ini mampu merekam video dalam rentang yang mengesankan: resolusi hingga 8K pada 60 fps untuk model Mission 1 Pro/Pro ILS, video slow-motion 4K hingga 240 fps, dan video HD 1080p hingga 960 frame per detik (mode ultraslow ini hanya dapat direkam dalam burst 10 detik). Model dasar Mission 1 mampu merekam video 8K 30-fps dengan mode slow-motion 4K 120 fps dan 1080p 480 fps.

Kamera GoPro M1 Pro.

MEMBACA  'Impossible', Apa Masa Depan Aksi Hollywood?

Courtesy of GoPro

Mission 1 dan Mission 1 Pro menggunakan desain lensa terbaru dengan sudut pandang 159 derajat, menjadikannya lensa standar terluas pada kamera aksi. Sebagai perbandingan, lensa Hero 13 Black menawarkan 156 derajat, yang dapat diperluas hingga 177 derajat dengan modul Lens Ultra Wide.

Mission 1 Pro ILS kemungkinan besar akan menarik minat pembuat film profesional. Dudukan lensa Micro Four Thirds membuka kemungkinan pengambilan gambar yang sebelumnya tidak terwujud dengan kamera aksi. Meskipun konfigurasi dengan lensa besar, cage, monitor eksternal, dan aksesori tambahan lainnya mungkin mengubah Mission 1 Pro ILS menjadi sesuatu di luar kamera aksi tradisional, perangkat ini akan jauh lebih kecil dan ringan dibanding mayoritas kamera sinema, sambil tetap mampu merekam footage 8K pada sensor yang relatif besar.

Seri Mission 1 dilengkapi baterai Enduro 2 baru, yang diklaim GoPro mampu bertahan lebih dari 3 jam saat merekam video 4K 30-fps, dan hampir satu jam untuk perekaman 8K—sebuah lompatan yang signifikan untuk ketahanan baterai GoPro jika terbukti benar. Yang menarik, baterai Enduro 2 ini juga kompatibel dengan Hero 13 Black (dan sebaliknya, baterai Enduro lama dari Hero 13 Black dapat digunakan pada kamera Mission 1).

Tinggalkan komentar