Jonathan Hickman Kembali ke X-Men Lewat Jagat Semesta Baru ‘Midnight’ Marvel

Minggu lalu, Marvel Comics mengumumkan kedatangan Midnight, yang dengan mudah ditebak semua orang sebagai salah satu dari dua hal: entah sebuah jejak horor baru dari sang penerbit atau Marvel melihat ke arah alam semesta Absolute milik DC dan menyadari tertrik untuk ikutan. Ternyata, ini perpaduan keduanya, namun dengan satu kejutan tambahan:

Untuk pertama kalinya sejak Era Krakoa, penulis superstar Jonathan Hickman kembali memimpin sebuah judul X-Men.

Diumumkan hari ini oleh Marvel, Midnight akan dimulai musim panas ini dan berlanjut hingga musim gugur dengan tiga judul baru: Midnight X-Men oleh Hickman dan Matteo Della Fonte; Midnight Fantastic Four oleh Benjamin Percy dan Kev Walker; serta Midnight Spider-Man oleh Phillip Kennedy Johnson dan Scie Tronc. Ketiga komik ini akan membantu meluncurkan sebuah alam semesta baru dalam jaringan kosmik realitas paralel Marvel yang luas, memberikan kebebasan pada buku-buku Midnight untuk memberikan tafsiran unik mereka sendiri tentang para karakter dan lore yang ada. Tafsiran tersebut, tentu saja, akan sangat seram.

Di Alam Semesta Midnight, New York dihantui oleh para vampir dan “Mutant Empyres”, demikian menurut sinopsis Midnight X-Men, saat vampir dan mutant sama-sama berupaya menggangu perdamaian yang muncul di antara dua faksi kuat tersebut, dengan mereka yang tidak tersentuh oleh keduanya terperangkap dalam baku tembak. Midnight Fantastic Four, sementara itu, membayangkan ulang tim tersebut sebagi horor kosmik ketika penelitian ilmiah kegelapan mengekspos mereka pada rahasia alam semesta dengan beban yang begitu mengerikan. Dan, tentunya, Midnight Spider-Man merenungkan pertanyaan kuno, “Bagaimana jika ia lebih Spider dibanding Manusia?” di saat Peter Parker mendapati dirinya sendiri berubah menjadi hibrida laba-laba mutan aneh oleh Oscorp dan harus merangkul kekuatan menakutkan yang meyertainya untuk melawan dan menghentikan mereka.

MEMBACA  Hemat Biaya Bulanan — Dapatkan 50TB Penyimpanan Cloud untuk Selamanya

“Saya sangat antusias dengan proyek ini—ini adalah yang paling bersemangat yang pernah saya rasakan dalam waktu yang lama,” ujar Hickman dalam sebuah pernyataan. “Konsep Midnight X-Men sangat selaras dengan kisah-kisah yang saya suka saya ceritakan. Mitologinya kaya, terbuka, dan dengan seimbang menggabungkan ide-ide lama dan baru menjadi sesuatu yang terasa familiar orisinal.”

Beberapa tahun terakhir Hickman di Marvel terbilang naik turun dan liar. Setelah berpamitan dengan Krakoa, Hickman membantu mengarak kebangkitan kembali jajaran Ultimate Marvel bersama Ultimate Spider-Man, salah satu buku Marvel paling populer dalam beberapa tahun terakhir. Setelah selsai itu dan Ultimate Marvel mulai memerlambatkan liputan kembali, Hickman melompat mengerjakan acara Imperial yang berumur pendek dimana dia, yang sebelumnya bertujuan untuk merevitalisasi garis depan buku-buku fiksi-ilmiah kosmik Marvel dan menyeimbangkan kembali kekuatan galaksi di alam semesta Marvel, hanya untuk direhatkan setelah beberapa edisi pertama.

Karenanya, mari semoga Marvel telah memberikan kepada tim kreatif Midnight bukan hanya cukup waktu untuk bersama-sama mengembangkan rasa demam penonton, namun juga kesempatan untuk menjadikan ciptaan mereka ini bertahan tembus seterus buku spesimen masa awal dan sebuah fenoma lintasan gagalnya lanjutan. Kita akan mulai mencari tahu apa bakal yang merupadi satu aspiralkan setelah ti dalanp margana sejak Midnight ketika setiap menirus mella ap hujan redaksi?
Saat premier kayak hidangan spesian nampa mulai Agustus tahun masuk menggawai jamkan berangka tentang bayang. Ha semua tercata stariar

Ingin lebih banyak berita io9?Simak Waktu rilisMarvel selanjutnya,

Tinggalkan komentar