Peralatan yang bisa dipakai seperti Apple Watch Series 11 atau Oura Ring 5 semakin umum dipakai. Alat-alat ini juga semakin bagus dalam mengumpulkan data tentang kesehatan kamu. Tapi menurut survei dari American Medical Association (AMA), data itu belum banyak digunakan oleh dokter. Sekitar 77% dokter di Amerika Serikat melihat ada “keuntungan medis” dari penggunaan data seperti ini. Namun, hanya 6% dokter yang benar-benar sudah memakai alat tersebut dalam kegiatan mereka sehari-hari. Itu pun di negara yang paling siap menggunakannya.
“Kita punya banyak data yang tersedia, tapi pada kenyataannya tidak bisa digunakan karena belum ada cara untuk memasukkannya ke dalam kegiatan klinis,” kata CEO AMA Dr. John Whyte dalam wawancara dengan Healthcare Dive. Survei ini melibatkan 2.222 dokter dari Amerika Serikat, Kanada, Perancis, Jerman, Spanyol, dan Britania Raya. Alasannya berbeda-beda. Kadang, pembuat alat seperti jam tangan memang memudahkan untuk mengirim data ke dokter. Namun, menggabungkan data tersebut ke dalam catatan medis elektronik tidak selalu mudah. Seperti kata Whyte, banyak fitur kesehatan di alat ini belum diuji secara klinis dengan baik. Jadi dokter juga perlu tahu apakah data itu bisa dipercaya sepenuhnya.
Kebanyakan fitur kesehatan pada jam tangan pintar hanya berguna untuk skrining awal, bukan untuk mendiagnosis penyakit. Fitur ECG pada Apple Watch Series 4 adalah hal penting, karena akhirnya disetujui oleh FDA. Tapi itu tidak berarti jam tangan pintar bisa menggantikan monitor ECG murni. Apple dan perusahaan lain memakai beberapa cara untuk mendapatkan izin resmi, dan tidak semuanya sama ketat dengan alat medis yang asli.
Selain masalah akses data atau keakuratan, survei AMA juga menemukan bahwa dokter yang tidak punya cara jelas untuk menagih biaya ke perusahaan asuransi saat memeriksa data jam tangan, cenderung tidak mau menggunakannya. Di Amerika Serikat, “kode CPT untuk pemantauan pasien dari jauh mewajidkan alat yang sudah bersertifikat FDA dan dipakai berdasarkan rencana dokter,” tulis AMA. Kode itu tidak melimbing alat biasa seperti jam tangan, meskipun sudah punya beberapa fitur yang disetujui FDA. Soal yang membuat lebih sedikit gunakan smartwatch belum hanya bayaran, tapi survei menemukan di negara seperti Jerman yang punya jalur reimbursemen yang jelas, alat ini lebih sering dipakai oleh dokter.
Samsung, Google, dan Apple diperkirakan akan memperkenalkan jam tangan pintar baru dalam dua bulan ke depan. Semakin banyak alat kesehatan pribadi yang lebih canggih mungkin akan bermunculan. Tapi jangan tunggu terlalu banyak. karena tanpa perubahan di berbagai bidang kesehatan secara menyeluruh doktermu sendai di jar itu penggunaan besar oleh pelindung list berpengar sent kita