Vaksin menjadi topik kesehatan yang semakin ramai diperdebatkan. Banyak orang tua memilih untuk tidak memberikan vaksin kepada anak mereka karena informasi yang salah. Dua mitos yang paling umum adalah bahwa vaksin campak, gondongan, dan rubella (MMR) menyebabkan autisme pada anak, dan bahwa vaksin COVID-19 menyebabkan lebih banyak kematian daripada virusnya sendiri.
Banyak klaim palsu ini disebarkan di internet oleh para pengaruh anti-vaksin. Survei terbaru dari Kaiser Family Foundation melihat mitos-mitos ini. Survei ini dilakukan pada tanggal 7-31 Mei 2026 dan melibatkan 2.480 orang dewasa di Amerika.
Survei tersebut menemukan bahwa orang yang sering menggunakan media sosial untuk informasi kesehatan (sekitar 26% dari semua orang dewasa) lebih cenderung percaya klaim palsu tentang vaksin. Misalnya, mereka lebih mungkin percaya bahwa vaksin MMR lebih berbahaya daripada terkena campak itu sendiri, dan bahwa vaksin mRNA dapat mengubah DNA.
Hal yang sama juga terjadi pada pengguna chatbot AI untuk kesehatan. Sebanyak 35% pengguna chatbot AI mingguan percaya mitos vaksin dibandingkan dengan 20% non-pengguna. Meskipun hanya sedikit yang percaya mitos, ini menunjukkan masalah kepercayaan pada sistem kesehatan AS.
Orang yang memiliki penyedia layanan kesehatan yang dipercaya cenderung tidak percaya mitos. Misalnya, 46% orang tanpa penyedia tepercaya menganggap mitos bahwa vaksin menyebabkan lebih banyak kematian adalah “benar.” Ini dua kali lipat dibandingkan dengan 24% orang yang memiliki penyedia tepercaya.
Orang tua yang menolak vaksinasi juga lebih mungkin mempercayai mitos sebesar 25%. Sebaliknya, mereka yang ragu-ragu disebut bagian yang bisa diyakinkan. Di grup ini, setidaknya setengah dari responden masih belum yakin, jadi di sini peluang untuk membangun.
Laporan sebelumnya menyebut bahwa masalah kesehatan yang sebenarnya memicu penyebaran informasi salah. Dengan minimnya akses ke dokter dan mahalnya biaya, banyak hidup vakan bari online dan AI. Influencer yang terlihat pintar tapi palsu mudah memperedarkan kebohongan kepada masyarakat rentan.