Investigasi Ungkap SpaceX Kemungkinan Hindari Pajak Penghasilan Federal Selama Puluhan Tahun

Sejak didirikan pada 2002, SpaceX milik Elon Musk telah menjadi pemain utama di industri penerbangan antariksa komersial dan penyedia peluncuran penting bagi pemerintah AS. Investigasi terbaru mengindikasikan bahwa dominasinya mungkin berasal—setidaknya sebagian—dari penghindaran pajak federal selama dua dekade.

Dokumen internal perusahaan yang ditinjau secara eksklusif oleh The New York Times menunjukkan bahwa SpaceX memanfaatkan net operating loss (NOL) carryforwards, ketentuan pajak AS yang memungkinkan perusahaan menggunakan kerugian masa lalu untuk mengimbangi pendapatan kena pajak di masa depan. Dokumen tersebut mengungkapkan bahwa SpaceX telah mengumpulkan kerugian pajak hampir $5,4 miliar hingga akhir 2021, sehingga bisa menghindari pajak federal atas $5,4 miliar pendapatan masa depan. Manfaat ini tersedia untuk semua perusahaan, dan pada 2017, Presiden Trump menghapus batas waktunya. Menurut The Times, ini berarti SpaceX dapat menerapkan hampir $3 miliar kerugian masa lalu terhadap pendapatan kena pajak di masa depan tanpa batas waktu.

Gizmodo menghubungi SpaceX untuk meminta tanggapan, tapi belum menerima balasan hingga artikel ini diterbitkan.

Pada Juni lalu, Musk mengunggah di X—platform media sosial miliknya—untuk mengumumkan bahwa pendapatan SpaceX tahun depan akan melebihi seluruh anggaran NASA, mencapai angka fantastis $15,5 miliar. Pendapatan perusahaan pada 2024 diperkirakan $13,1 miliar, naik dari $8,7 miliar di 2023, menurut laporan Payload.

SpaceX adalah salah satu dari beberapa perusahaan teknologi bernilai miliaran dolar yang telah membawa Musk ke panggung global dan menjadikannya orang terkaya di dunia. Pertumbuhan mereka sangat bergantung pada pendanaan federal.

Pada Februari, analisis Washington Post menemukan bahwa Musk dan bisnisnya telah menerima setidaknya $38 miliar dalam bentuk kontrak pemerintah, pinjaman, subsidi, dan kredit pajak selama lebih dari 20 tahun terakhir. Ada pula 52 kontrak berjalan di tujuh lembaga pemerintah, termasuk NASA, Departemen Pertahanan, dan General Services Administration, yang berpotensi memberikan tambahan $11,8 miliar kepada perusahaan Musk dalam beberapa tahun mendatang, seperti dilaporkan WaPo.

MEMBACA  Samsung Akan Umumkan Galaxy Foldable Terbaru di Acara Unpacked 9 Juli

Sebagian besar kontrak ini terjadi antara SpaceX dengan NASA atau DoD. Dokumen yang ditinjau The New York Times menunjukkan hampir 84% pendapatan SpaceX pada 2020 dan 76% pada 2021 berasal dari kontrak federal.

Ahli pajak mengatakan kepada The Times bahwa menghindari lebih dari $5 miliar pajak penghasilan federal sangat signifikan bagi perusahaan yang sangat bergantung pada kontrak pemerintah. Dokumen tersebut menyiratkan SpaceX mungkin membayar pajak penghasilan kepada pemerintah asing dan negara bagian sejak 2002, tapi kemungkinan tidak kepada pemerintah AS.

Kemampuan SpaceX yang diduga untuk melindungi miliaran keuntungan masa depan dari IRS menimbulkan paradoks yang memprihatinkan: perusahaan yang pertumbuhannya banyak bergantung pada dana federal mungkin hanya memberikan sedikit kembali kepada kas negara. Hubungan sepihak ini tampaknya tidak akan segera berakhir, mengingat SpaceX telah menjadi bagian penting dari ekonomi antariksa dan pertahanan nasional AS.