Instagram akan segera memberitahu orang tua jika remaja mereka berulang kali mencari istilah terkait bunuh diri atau melukai diri sendiri dalam jangka waktu singkat.
Platform media sosial itu mengumumkan fitur keamanan baru ini pada Kamis dan menyatakan akan mulai diluncurkan dalam beberapa minggu mendatang di Amerika Serikat, Britania Raya, Australia, dan Kanada.
Instagram mengklaim bahwa sebagian besar remaja tidak mencari konten semacam ini, tetapi ketika mereka melakukannya, aplikasi sudah memblokir pencarian tersebut dan mengarahkan remaja ke sumber daya serta saluran bantuan. Kini, mereka menyatakan fitur ini juga akan memberi orang tua akses ke sumber daya ahli yang dirancang untuk membantu mereka memulai percakapan sensitif dengan anak-anak mereka.
“Notifikasi ini dirancang untuk memastikan orang tua sadar jika remaja mereka berulang kali mencoba mencari konten ini, serta memberikan mereka sumber daya yang diperlukan untuk mendukung remaja tersebut,” jelas perusahaan dalam sebuah postingan blog.
Inisiatif ini muncul di tengah meningkatnya sorotan terhadap perusahaan media sosial mengenai dampaknya pada kesehatan mental dan keamanan pengguna muda. Perusahaan induk Instagram, Meta, saat ini sedang terlibat dalam beberapa pertarungan hukum. Salah satu persidangan yang sedang berlangsung di Los Angeles berfokus pada tuduhan bahwa platform-platform perusahaan sengaja membuat ketagihan bagi anak-anak. Kasus lain di New Mexico menyelidiki apakah Meta gagal melindungi anak-anak dari eksploitasi seksual.
Pemerintah di berbagai belahan dunia juga memperketat regulasi. Australia telah mulai menerapkan larangan akun media sosial bagi anak di bawah 16 tahun. Di Britania Raya, regulator kini mewajibkan platform tertentu untuk menerapkan pemeriksaan verifikasi usia. Langkah ini menyusul pemberlakuan Online Safety Act di Inggris tahun lalu, yang meningkatkan tekanan hukum pada platform untuk melindungi anak-anak dari konten pornografi serta konten berbahaya terkait bunuh diri, melukai diri sendiri, dan gangguan makan.
Notifikasi baru ini menjadi tambahan terbaru bagi rangkaian alat keamanan remaja Instagram yang terus berkembang. Pada 2022, perusahaan meluncurkan fitur pengawasan orang tua yang memungkinkan orang tua memantau durasi penggunaan aplikasi oleh remaja, menetapkan batasan, melihat siapa yang diikuti dan mengikuti akun remaja, serta menerima notifikasi jika seorang remaja melaporkan perilaku yang tidak pantas. Pada 2024, Instagram memperkenalkan Akun Remaja, yang membatasi konten yang dapat diakses remaja serta siapa yang dapat menghubungi mereka.
Agar notifikasi baru ini berfungsi, akun orang tua dan remaja harus mengaktifkan pengaturan pengawasan Instagram. Pemberitahuan akan dikirim melalui email, pesan teks, WhatsApp, atau notifikasi dalam aplikasi, tergantung informasi kontak yang tersedia.
Instagram menyatakan telah bekerjasama dengan para ahli untuk menentukan seberapa sering notifikasi harus dikirim, dengan mencatat bahwa terlalu banyak notifikasi justru dapat mengurangi manfaatnya. Perusahaan memutuskan untuk memicu notifikasi setelah beberapa kali pencarian dalam periode singkat.
“Meskipun ini berarti kami terkadang mungkin memberi tahu orang tua ketika mungkin tidak ada alasan nyata untuk khawatir, kami merasa—dan para ahli sepakat—bahwa ini adalah titik awal yang tepat, dan kami akan terus memantau dan mendengarkan masukan untuk memastikan kami berada di jalur yang benar,” ungkap perusaahan.
Instagram juga menyebutkan sedang mengerjakan perlindungan serupa untuk chatbot AI-nya, yang akan memberi tahu orang tua jika remaja terlibat dalam percakapan terkait bunuh diri atau melukai diri sendiri.