Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional AS (NASA) akan menuliskan bab baru dalam sejarah eksplorasi ruang angkasa. Lembaga ini bersiap untuk meluncurkan Artemis II, sebuah misi yang akan menandai kembalinya penerbangan berawak mengelilingi bulan setelah lebih dari setengah abad.
Selain relevansi teknisnya, proyek ini menonjol karena mengintegrasikan sebuah kru yang melambangkan tahap baru dalam hal representasi: Misi ini akan mencakup perempuan pertama, orang kulit hitam pertama, dan astronaut non-AS pertama yang melakukan perjalanan ke lingkungan bulan.
Nama-nama anggota kru diumumkan sedikit lebih dari tiga tahun lalu. Saat itu, administrator NASA kala itu, Bill Nelson, berkata, “Kru Artemis II mewakili ribuan orang yang bekerja tanpa lelah untuk membawa kita ke bintang-bintang. Ini adalah kru umat manusia. Masing-masing memiliki kisahnya sendiri, tetapi bersama-sama mereka mewujudkan semboyan kami: *E pluribus unum*, atau ‘Dari banyak, menjadi satu.’”
Setelah beberapa penundaan, peluncuran dijadwalkan pada 1 April. Menurut NASA, sekitar delapan menit setelah lepas landas, pesawat ruang angkasa Orion beserta penumpangnya akan mencapai luar angkasa. Selanjutnya, misi akan menjalankan orbit mengelilingi Bumi sebelum memulai lintasannya ke bulan. Diperkirakan wahana antariksa akan mendekat dalam jarak 6.450 hingga 9.650 kilometer dari permukaan bulan sebelum kembali dan mendarat di laut.
Misi ini akan berlangsung sekitar 10 hari. Selama periode ini, tim akan mengevaluasi kinerja sistem operasional dan pendukung kehidupan Orion, yang sangat penting untuk misi-masa depan. Pemeriksaan ini penting bagi jadwal NASA, yang menargetkan astronaut untuk kembali ke permukaan bulan pada tahun 2028.
Kru Bersejarah Misi Artemis II
Misi ini akan dikomandani oleh astronaut AS, Reid Wiseman. Kru dilengkapi oleh rekannya sesama warga AS, Victor Glover dan Christina Koch, serta Jeremy Hansen dari Kanada. Lembaga ini yakin bahwa pengalaman terkumpul, keterampilan teknis, dan latar belakang profesional dari keempat spesialis ini akan menjadi penentu keberhasilan penerbangan, yang dianggap sebagai langkah kunci menuju tujuan mengirim manusia ke Mars.
Reid Wiseman
Courtesy of NASA
Lahir di Baltimore, Wiseman adalah veteran Angkatan Laut AS selama 27 tahun. Seorang penerbang angkatan laut dan pilot uji coba yang mendapat penghargaan, ia akan mengambil alih komando Artemis II. Ia memegang gelar sarjana dalam teknik komputer dan sistem dari Rensselaer Polytechnic Institute, gelar master dalam teknik sistem dari Universitas Johns Hopkins, dan sertifikat sistem ruang angkasa dari Naval Postgraduate School di Monterey, California.
Terpilih sebagai astronaut pada 2009, ia melakukan penerbangan antariksa pertamanya pada 2014 dengan menaiki kapsul Soyuz Rusia yang menuju Stasiun Luar Angkasa Internasional. Selama misi 165 hari itu ia bertugas sebagai insinyur penerbangan dan mengumpulkan 13 jam perjalanan luar angkasa dalam dua *sortie* ekstrakendaraan. Bersama timnya, ia berpartisipasi dalam lebih dari 200 eksperimen terkait fisiologi manusia, kedokteran, ilmu fisika, ilmu bumi, dan astrofisika.
Meski memiliki karier profesional yang luas, Wiseman menganggap tantangan terbesarnya adalah menjadi ayah tunggal dari dua anak, sebuah pengalaman yang juga ia gambarkan sebagai yang paling berharga dalam hidupnya.
Victor J. Glover
Courtesy of NASA
Asli Pomona, California, Glover memiliki karier panjang sebagai penerbang angkatan laut, dengan pengalaman tempur dan uji terbang. Ia memegang gelar sarjana dalam teknik umum dari Cal Poly San Luis Obispo dan menyelesaikan pelatihan penerbang angkatan lautnya pada 2001. Sejak itu ia mengumpulkan lebih dari 3.500 jam terbang dalam 40 jenis pesawat, termasuk 24 misi tempur dan lebih dari 400 pendaratan di kapal induk.
Dia bergabung dengan NASA pada 2013 dan, setelah menyelesaikan pelatihannya, bertugas dalam peran darat kunci sebagai komunikator kapsul dan perwira operasi untuk misi Soyuz dan Crew Dragon. Perjalanan pertamanya ke ruang angkasa adalah pada 2020 sebagai pilot misi SpaceX Crew-1, misi operasional berdurasi panjang pertama ke Stasiun Luar Angkasa Internasional dengan menaiki pesawat ruang angkasa Crew Dragon. Pada kesempatan itu ia menghabiskan 168 hari di orbit, melakukan empat aktivitas luar kendaraan (*spacewalk*), dan berpartisipasi dalam berbagai aktivitas sains dan perawatan.