Terapi sel punca berpotensi menjadi frontier baru dalam penanganan sejumlah cacat lahir. Riset pendahuluan yang terbit hari ini mengindikasikan bahwa sel punca donor yang diterima di dalam rahim dapat membantu anak-anak yang lahir dengan spina bifida.
Para ilmuwan di University of California, Davis, melaksanakan percobaan in-utero pertama di dunia untuk terapi sel punca pada spina bifida. Mereka menemukan bahwa pengobatan tersebut, yang digunakan bersamaan dengan operasi prenatal, dapat diterapkan dengan aman, tanpa kejadian buruk yang tersisa pada semua bayi setelah lahir. Lebih lanjut, sel punca tersebut mungkin telah meningkatkan efektivitas operasi, dan konsekuensinya, kualitas hidup anak-anak.
“Memasukkan sel punca ke dalam janin yang tengah berkembang adalah hal yang sama sekali belum diketahui. Kami bersemangat untuk melaporkan profil keamanan yang sangat baik,” ujar penulis utama studi Diane Farmer, ketua Departemen Bedah UC Davis, dalam sebuah pernyataan dari universitas.
Harapan Baru untuk Kondisi Melemahkan
Spina bifida merupakan salah satu jenis defek tuba neural, yang berarti tulang belakang dan saraf tulang belakang janin yang sedang berkembang tidak terbentuk dan menutup sepenuhnya seperti biasanya. Tingkat keparahannya bervariasi, tergantung pada seberapa banyak tulang belakang yang terbuka, namun seringkali ini merupakan kondisi yang melemahkan dan menyebabkan masalah kognitif, kandung kemih, serta mobilitas seumur hidup.
Secara tradisional, spina bifida ditangani dengan operasi yang berusaha menutup jaringan tulang belakang yang terbuka segera setelah kelahiran. Dalam tahun-tahun terakhir, operasi fetal prenatal telah menjadi standar perawatan, dengan hasil yang lebih baik. Namun, banyak anak masih mengalami masalah kesehatan serius meski dengan operasi prenatal, termasuk ketidakmampuan untuk berjalan secara independen.
Sel punca telah menarik banyak perhatian ilmiah karena potensinya untuk meningkatkan penyembuhan regeneratif tubuh melampaui batas alaminya. Hal itulah yang mendorong peneliti UC Davis dan lainnya untuk bertanya-tanya apakah sel punca dapat membantu membuat operasi prenatal untuk spina bifida menjadi lebih baik. Studi hewan sebelumnya tampak mendukung gagasan mereka, yang berujung pada studi terkini ini, yaitu uji coba Fase I CuRe.
Uji coba ini melibatkan enam wanita hamil yang janinnya didiagnosis dengan spina bifida antara tahun 2021 dan 2022. Semua janin menjalani operasi perbaikan tulang belakang standar. Namun, sebelum operasi diselesaikan, para peneliti mengaplikasikan sebuah *patch* sel punca—yang berasal dari plasenta donor—pada jaringan tulang belakang janin yang terbuka.
Uji coba Fase I utamanya dimaksudkan untuk menunjukkan keamanan suatu pengobatan eksperimental, dan yang satu ini tampaknya merupakan sebuah kesuksesan yang jelas. Tidak ada tanda komplikasi yang dapat dihubungkan secara masuk akal dengan terapi sel punca, seperti pertumbuhan tumor. Operasi-operasi tersebut juga berjalan lancar, tanpa infeksi dan dengan penyembuhan luka yang lengkap pada semua janin.
Meski masih terlalu dini untuk memastikan, sel-sel punca tersebut mungkin juga telah membantu meningkatkan hasil operasi. Pemindaian MRI menunjukkan bahwa semua bayi baru lahir mengalami pembalikan dari herniasi hindbrain mereka, sebuah tanda bahwa operasi bekerja sesuai harapan. Dan tak satupun anak memerlukan *shunt* untuk hidrosefalus (penumpukan cairan di otak) sebelum meninggalkan rumah sakit, sebuah komplikasi yang umum terjadi pada spina bifida.
Temuan tim ini dipublikasikan Jumat lalu di *The Lancet*.
Apa Langkah Selanjutnya?
Hasil ini masih sangat awal. Diperlukan waktu dan riset lebih lanjut untuk mengetahui apakah terapi sel punca benar-benar telah meningkatkan kesehatan jangka panjang anak-anak ini, apalagi apakah hal yang sama dapat konsisten dilakukan untuk penderita spina bifida lainnya.
Pastinya ada alasan untuk berharap pada pengobatan ini, tidak hanya untuk spina bifida, tetapi juga untuk kondisi lain yang pertama kali berkembang pada janin yang tengah tumbuh. “Ini membuka jalan bagi opsi perawatan baru bagi anak-anak dengan cacat lahir. Masa depan terapi sel dan gen sebelum kelahiran sangat menjanjikan,” kata Farmer.
Para peneliti akan melacak hasil jangka panjang dari keenam anak awal tersebut. Dan mereka telah mulai melanjutkan dengan uji coba Fase I/IIa yang lebih besar dengan 35 anak.