Tangkapan layar oleh Jack Wallen/ZDNET
Ikuti ZDNET: Tambahkan kami sebagai sumber yang disukai di Google.
Hal-hal penting dari ZDNET
Sebuah desktop Linux baru sedang dikembangkan.
Desktop portabel ini dapat dijalankan layaknya sebuah aplikasi.
Orbitiny gratis digunakan dan berjalan di semua distribusi Linux.
Komunitas Linux memang selalu berhasil menciptakan sesuatu yang tidak dapat dilakukan sistem operasi lain. Ini terjadi terus-menerus, dan kreativitas serta kecerdikan para pengembang ini tak pernah berhenti membuat saya kagum.
Demikian pula dengan lingkungan desktop baru bernama Orbitiny. Tujuan dari desktop baru ini, yang dibangun dari nol menggunakan Qt dan C++, adalah untuk menjadi sesuatu yang familier sekaligus unik.
Orbitiny juga bersifat modular; jika satu bagian rusak, keseluruhan sistem akan tetap berfungsi. Orbitiny tidak memiliki window manager sendiri; ia justru berjalan di atas window manager yang sudah ada.
Berjalan di Atas Desktop Anda
Anda tidak salah baca: Orbitiny berjalan di atas desktop yang sudah ada (seperti KDE Plasma atau GNOME), seperti aplikasi biasa. Desktop unik ini menyertakan fitur-fitur berikut:
- Manajer file bawaan dapat mencari file beserta isinya. Alat pencarian dapat diakses langsung dari desktop.
- Panel desktop dengan plugin memperluas set fitur. Juga mendukung penuh drag-and-drop.
- Manajer clipboard internal.
- Manajer perangkat.
- Menu start komprehensif dengan dukungan drag-and-drop penuh, dilengkapi sidebar.
- Dashboard menampilkan tugas yang berjalan dan aplikasi yang terpasang.
- Aplikasi yang sedang berjalan dapat diakses dari lingkungan desktop bawaan.
- Gesture desktop memungkinkan Anda menggambar pola di desktop untuk menjalankan aksi, seperti memulai program.
- Emblem folder ikon menunjukkan apakah file telah disalin atau dipotong, atau jika ada item yang ditambahkan ke folder.
- Kemampuan untuk menggabungkan dua file teks atau menempelkan teks langsung ke sebuah file.
Orbitiny dapat digunakan sebagai desktop portabel. Salin file yang diperlukan ke drive USB, colokkan ke komputer Linux yang sedang berjalan, dan jalankan perintah untuk memulainya. Desktop akan langsung muncul siap digunakan.
Perlu dicatat bahwa Orbitiny masih dalam pengembangan yang sangat aktif. Untuk sementara, saya sarankan Anda menggunakan desktop ini hanya untuk memuaskan rasa penasaran. Begitu Orbitiny mencapai status versi 1.0, saya menduga ia akan menjadi cukup populer.
Bagaimana Cara Menggunakan Orbitiny?
Menggunakan Orbitiny cukup sederhana. Begini caranya.
- Unduh arsip terkompresi dari halaman Sourceforge Orbitiny.
- Ekstrak file dengan perintah
tar xvzf orbitiny-bin-release.tar.gz - Masuk ke direktori yang baru dibuat dengan
cd orbitiny-bin-release/orbitiny - Luncurkan Orbitiny dengan perintah
start-orbitinyDesktop Orbitiny akan terbuka, menghadirkan lingkungan kerja yang sepenuhnya baru untuk Anda.
Kesan Pertama Saya terhadap Orbitiny
Saya sepenuhnya berharap akan menemui banyak masalah dan kinerja yang sangat lambat. Namun yang mengejutkan, Orbitiny terasa cukup stabil dan berjalan dengan baik. Bahkan saat berjalan di atas lingkungan desktop lain, Orbitiny terasa seperti berjalan secara native. Semua responsif dan berfungsi seperti yang diharapkan.
Membuka manajer file pun mengejutkan karena ia mengakses file dan folder dari desktop host. Ini bagus karena berarti Anda tidak perlu melacak dua hierarki folder yang berbeda.
Manajer file Orbitiny memiliki banyak fitur keren.
Dari dalam aplikasi Pengaturan (dapat diakses dengan klik kanan di mana saja pada desktop), Anda dapat mengelola fitur seperti tampilan, audio, menu konteks, klik pada area kosong, konfigurasi umum, pintasan keyboard, gesture tombol kiri, aplikasi startup, dan lainnya.
Orbitiny membuat saya terkesan. Saya dapat melihat banyak use case untuk desktop portabel ini, dan mengingat stabilitas dan kecepatannya saat ini, saya hanya bisa membayangkan kinerjanya nanti saat mencapai status 1.0.
Jika Anda mencari sesuatu yang hanya sistem operasi Linux yang bisa lakukan, saya sangat merekomendasikan untuk mencoba Orbitiny. Anda mungkin akan memasangnya di drive USB, sehingga selalu memiliki desktop yang familier untuk digunakan, terlepas dari distribusi Linux yang tersedia.