Pada tahun 1801, kapal bendera Denmark-Norwegia, Dannebroge, tenggelam dalam Pertempuran Kopenhagen. Lebih dari dua abad sejak pertempuran ikonis tersebut, para peneliti akhirnya berhasil menemukan reruntuhannya.
Dalam sebuah pernyataan, Viking Ship Museum di Denmark mengumumkan penemuan bangkai Dannebroge beserta sisa-sisa mereka yang gugur dalam pertempuran. Pengumuman ini disampaikan tepat pada tanggal 2 April, memperingati 225 tahun tenggelamnya kapal tersebut. Tim arkeolog maritim menemukan reruntuhan itu di kedalaman 15 meter di dasar laut dekat pelabuhan Kopenhagen.
“Kami tidak kesulitan menginterpretasikan ini sebagai sisa-sisa kapal perang kayu besar,” ujar Otto Uldum, salah satu peneliti dalam tim, dalam rilis tersebut. “Jadi kami menyatakannya dengan tingkat kepastian yang hampir mutlak.”
Tepat pada Waktunya
Lencana seragam yang ditemukan dari reruntuhan Dannebroge. © Viking Ship Museum in Roskilde
Temuan tim ini tiba tepat sebelum lokasi tersebut akan ditutup untuk pembangunan pulau buatan. Menurut pernyataan itu, para peneliti mendapat izin untuk memblokir sebagian besar area pelabuhan Kopenhagen guna melakukan “survei ekstensif, inspeksi penyelam, pengambilan sampel sedimen, dan ekskavasi penuh di area tersebut” sebelum konstruksi benar-benar dimulai.
Sejak 2020, penggalian ini telah mengungkap beberapa bangkai kapal yang tak diketahui sebelumnya, termasuk cog abad ke-15 terbesar yang pernah ditemukan. Untuk setiap temuan, tim dengan cermat mendokumentasikan artefak menggunakan pemindaian 3D dan fotografi. Namun identifikasi terbaru terhadap Dannebroge ini khususnya sangat istimewa, tambah tim, karena merupakan peninggalan dari “salah satu hari paling dramatik dalam sejarah Denmark.”
Gaungan Masa Lalu yang Mencekam
Uldum menjelaskan bahwa bangkai kapal tersebut cocok sempurna dengan catatan ukuran kapal yang tertinggal dalam gambar-gambar Dannebroge. Penanggalan kimia lebih lanjut juga mengkonfirmasi bahwa kapal itu dibangun pada 1772, sebuah cap waktu yang solid untuk kapal yang tenggelam pada 1801. Tim juga menemukan peluru meriam, *bar shots*, dan dua pucuk meriam, mengindikasikan bahwa pertempuran sengit terjadi di sekitarnya.
Sebuah meriam dari Dannebroge, ditemukan peneliti selama penyelaman dalam di pelabuhan Kopenhagen. © Viking Ship Museum in Roskilde
Bangkai kapal itu juga mengawetkan sepatu, fragmen pakaian, pipa tanah liat, dan yang paling penting, sebuah tulang rahang yang tak diragukan lagi berasal dari manusia, di antara tulang-tulang lainnya. Catatan sejarah menyebutkan bahwa 19 dari 357 awak Dannebroge dinyatakan hilang setelah pertempuran, sehingga masuk akal jika ditemukan sisa-sisa manusia di sana, ungkap para peneliti.
‘Pihak Lain’ dalam Pertempuran Ikonik
Satu aspek mencolok dari temuan ini adalah bahwa sebagian besar artefak tampaknya milik “awak meriam biasa” dan bukan perwira angkatan laut. Koleksi museum pada umumnya lebih memilih memamerkan benda-benda prestisius, yang diduga milik individu dari kelas sosial lebih tinggi. Pertempuran Kopenhagen relatif terdokumentasi dengan baik, namun jauh lebih sedikit yang “ditulis tentang orang-orang yang mengalami—dan tewas dalam—pertempuran laut brutal pada 2 April 1801,” jelas tim tersebut.
“Justru karena ini adalah peristiwa yang sangat terkenal, dibutuhkan tingkat pengkajian ekstra,” kata Uldum. “Dalam hal itu, apa yang kami temukan mungkin lebih representatif—dalam konteks sosial.”