Bagaimana Boston Dynamics Membuat Robot Atlas-nya Bugar untuk Piala Dunia

Pada hari Minggu, saat pertandingan Piala Dunia antara Norwegia dan Brasil, robot humanoid bernama Atlas berjalan ke lapangan untuk memberikan bola kepada wasit. Sebelum itu, Atlas sudah memperlihatkan kemampuan sepak bolanya di pinggir lapangan.

Saat jeda pertandingan babak pertama selesai, Atlas keluar dari terowongan pemain dan meniru beberapa momen selebrasi gol terkenal sebelum mengoper bola. Tapi sepertinya robot itu hanya malu-malu, karena sebenarnya Atlas bisa melakukan jauh lebih banyak.

Dalam serangkaian video yang diunggah ke YouTube, Boston Dynamics menunjukkan bagaimana mereka melatih Atlas untuk melakukan berbagai trik sepak bola. Salah satunya adalah gerakan yang disebut "ghost rabona", yaitu versi Atlas dari rabona—sebuah teknik rumit di mana kaki yang menendang menyilang di belakang kaki yang berdiri untuk memukul bola.

Saat saya bertemu versi terbaru Atlas di CES bulan Januari, saya tidak tahu bahwa pada musim panas nanti robot ini sudah bisa melakukan gerakan yang pantas di Piala Dunia. Tapi saya seharusnya tidak meremehkannya—bagaimanapun juga, robot ini dan banyak robot lainnya memang dirancang untuk terus belajar hal-hal baru.

Robot humanoid ini pertama-tama akan digunakan di industri, lalu di bidang jasa dan hiburan, dan akhirnya di rumah-rumah kita. Itu masih lama, tetapi pembelajaran yang mereka lakukan sepanjang jalan sangat penting untuk mencapai tujuan itu.

Sementara itu, menurut direktur perilaku robot Boston Dynamics, Alberto Rodriguez, penting bagi Boston Dynamics untuk berbagi kemampuan Atlas dengan dunia—tidak hanya untuk hiburan. Dia bilang, ini adalah pelayanan publik untuk menunjukkan bahwa teknologi sudah mencapai tingkat kemampuan tertentu. Ini tidak hanya memicu perdebatan tentang bagaimana teknologi ini akan cocok dengan masyarakat, tetapi juga meningkatkan kesadaran publik tentang seberapa dekat kita dengan robot humanoid yang menjadi hal biasa.

MEMBACA  Mantan Lurah dan Kepala Desa di Se-Lebak Banten Siap Mendukung Ganjar-Mahfud untuk Memenangkan Pemilihan

Mempersiapkan Atlas untuk Piala Dunia

Saya penasaran kenapa dari sekian banyak hal yang bisa dipelajari, Boston Dynamics memilih untuk mengajarkan sepak bola. Rodriguez bilang, mereka selalu terinspirasi dari perilaku fisik yang membutuhkan kekuatan atau kelincahan tinggi. Ini membuat mereka termotivasi untuk mengeluarkan kinerja terbaik yang mereka tahu mungkin dilakukan robot.

Pelatihan Atlas untuk siap Piala Dunia dimulai dengan menggunakan motion capture untuk merekam gerakan dan keterampilan yang ingin mereka latih. Rekaman itu lalu dimasukkan ke dalam simulasi. Rodriguez menjelaskan bahwa "melalui banyak percobaan dan kesalahan raksasa", Atlas belajar meniru gerakan itu sebanyak mungkin dalam keterbatasan fisiknya.

Ada dua tingkatan saat robot menguasai keterampilan ini. Pertama melibatkan sistem limbik robot—keseimbangan, kelincahan, dan gerakannya. Senin, kesatu kedua robot harus memiliki memori otot yang cepat. Tingkat kedua lebih sulit daripada sekadar atletik. Ini melibatkan manipulasi objek dan kemampuan robot untuk mengeluarkan tekanan yang tepat saat berinteraksi dengan dunia sekitarnya.

Mengajarkan Atlas agar beradaptasi dengan gesekan dan kelicinan secara spontan, serta presisi saat mendekati bola, itu benar-benar mendorong robot keluar dari zona nyamannya. Rodriguez bilang, ini jauh lebih sulit untuk dimodelkan daripada misalnya backflip, karena semua permainan backflip dilakukan di udara di mana dinamikanya lebih mudah dipahami dan disimulasikan.

Atlas mungkin tidak meniru persis anatomi manusia, tapi desainnya membuatnya bisa meniru "fluiditas dan kelincahan" manusia. Tapi bukan berarti pelajaran sepak bola berlangsung tanpa masalah. Dalam serial video Boston Dynamics, jelas Atlas banyak jatuh saat menguasai semua cara. Menurut Rodriguez, mengajarkan atletik sangat menantang karena robot Harus memposisikan tubuh ke posisi yang bisa dialami kelainan tubuh, memang tanggaming ter "perju kerasiah untuk perbaikita ber alatan seperti gunb bagian.**" Namun waktu penyent dan repya apa adalah mulai daripada terus namun Dan ambilsangsa it uman men">Sebulat

MEMBACA  Harga terendah kembali untuk Earbuds Bose QuietComfort Ultra dengan fitur noise-canceling

Tinggalkan komentar