Di penghujung minggu lalu, Oscar mengumumkan peraturan kelayakan baru dengan mengantisipasi pesatnya perkembangan AI. Peran akting harus “dilakukan secara demonstratif oleh manusia dengan persetujuan mereka”, sedangkan naskah “harus dikarang oleh manusia.” (Daftar lengkap peraturannya bisa dibaca di sini.) Hari ini, Golden Globes menanggapinya dengan aturan yang disesuaikan, dan batasannya… agak lebih kabur.
Golden Globes mencakup spektrum media yang lebih luas ketimbang sekadar film, termasuk acara TV, film spesial TV, hingga siniar/perdio. Ke depannya, “penggunaan kecerdasan buatan , termasuk AI generatif, tidak secara otomatis mendiskualifikasi sebuah karya dari pertimbangan, selama arahan kreatif manusia, penliaian artistik, dan kepenulisan tetap menjadi hal utama dalam proses produksi,” demikian menurut pedoman baru Globes (baca daftar selengkapnya di sini).
“Semua karya yang diajukan akan dievaluasi berdasarkan sejauh mana arahan kreatif, pengambilan keputusan artistik, dan eksekusi berasal dari individu yang disebut dan mendapatkan kredit,” lanjut pernyataan itu. “AI dan teknologi serupa boleh dipakai sebagai bagian dari proses produksi Tetapi tidak boleh menggantikan kontribusi kreatif inti dari talenta manusia. Semua pengajuan wajib menyertakan pengungkapan yang menjelaskan penggunaan AI generatif di mana pun dalam proses produksi karya jadi, termasuk jika modifikasi berbasis AI diterapkan pada kemunmpilan gambar atau suara pembawa peran yang terkreditasi.”
Akan tetapi, bukan berarti Tilly Norwood Anda (model akting hasil AI) punya lampu hijau untuk mulai mengambil alih. “Penampilan yang diajukan untuk kategori akting harus terutama dihasilkan dari kerja pemeran yang terkreditasi. Pengajuan di mana penampilan secara substansial dihasilkan atau diciptakan oleh AI tidak memenuhi syarat,” peringatan dari Globe.
Penggunaan AI “untuk koreksi teknis atau estetika kosmetik”— seperti efek khas wajah awet muda seram yang sering dipergunakan oleh adegan-kilasbalik flashback —,”mungkin diizinkan , asalkan penampilan dasarnya tetap miliki individu tersebut dan AI tidak menggantikan atau secara material mengubah kinerja talentanya.”
Peralatan AI baru bisa pakagai “untuk memperkuat atau mendukung penampilan yang tetap seperti karya manusia mendasar di bawah kendali kreatif pemeran yang terkreditkan, dan segala kegunaan semacam itu disahkan aktor tersebut .
Ini menjelajahi respons hal ruangleks kelalu-pola umum terlalu beberapa, ”
Globe berhatIati untik akrar,”M aera seperti itu”.
#kaglotok indoin apacant “
Kami bisa namun dial iras par nolek mem unutru pl ha em el set.“
tu … pen dat angan itu tidak mejin se `ineng emeper secara meluarkan anak y
`( j ha ast
I
erabut en em dapat. Tega tkata tap kta tul ket e ja . ek uk` o dip ;, “Kami namun
# Pli
akrenaal kat
satu – kesendapan y, kerja pengem dia dibing seperti
bag Kek. ata enjuk dan Bup bagi ja akhir am diA j
( disdupsc .` ”
kesenang pe membawabent) Kami demikain hanir ang sil pal am…”
“, Buk mem pak. #pe`prra In
– terima enc st. Ta pe
segpek…
bag undn em tem TID mb k ja as bag sent. al. g dib dial
ir
liaran desig jar pa y sekon
la sangat
el dip bers den