Andy Serkis belum sepenuhnya selesai dengan Middle-earth.
Film prekuel yang akan datang, The Lord of the Rings: The Hunt for Gollum, mengharuskan Serkis menjalankan dua peran sekaligus—bahkan lebih dari yang sudah ia lakukan sebagai Gollum/Sméagol. Selain kembali memerankan karakter ikonis itu, ia juga duduk di kursi sutradara. Hal ini menjadikannya satu-satunya orang, selain Peter Jackson, yang pernah menyutradarai film Lord of the Rings versi live-action.
Sebelum produksi The Hunt for Gollum dimulai di Selandia Baru, Serkis berbincang dengan Belen Edwards, Jurnalis Hiburan Mashable, tentang apa yang bisa diharapkan penonton dari film tersebut.
“Kesenangan dari (The Hunt for Gollum) adalah bahwa ia sepenuhnya adalah ceritanya sendiri, tetapi ia sangat cocok dengan lore, nuansa, dan rasa dari film-film Middle-earth yang diciptakan Peter Jackson 25 tahun lalu,” ujar Serkis.
Menurut Serkis, film ini “berada di antara trilogi The Hobbit dan Lord of the Rings.” Film ini akan mengikuti pencarian Gandalf (Ian McKellen) dan Aragorn (Jamie Dornan, menggantikan Viggo Mortensen) terhadap Gollum menjelang Perang Cincin. J.R.R. Tolkien menulis tentang perburuan ini dalam The Fellowship of the Ring dan Apendiks trilogi tersebut; film-film Jackson juga sempat menyinggungnya.
The Hunt for Gollum adalah langkah terbaru dari Warner Bros. Pictures dalam memperluas judul-judul Middle-earth mereka. Pada tahun 2025, film anime The Lord of the Rings: The War of the Rohirrim dirilis. Kemudian, pada 25 Maret, Warner Bros. mengumumkan The Lord of the Rings: Shadow of the Past (working title), sebuah sekuel Lord of the Rings yang ditulis oleh Philippa Boyens, penggemar berat Tolkien Stephen Colbert, dan putranya, Peter McGee.
Banjirnya judul Lord of the Rings mungkin akan membunyikan alarm tentang terkikisnya waralaba yang sangat dicintai ini. Namun, menurut Serkis, hal itu tidak berlaku untuk The Hunt for Gollum.
“Ceritanya, dan karena itu cara kita melihat ceritanya, berbeda dan unik untuk kisah tertentu ini,” kata Serkis. “Ini bukan sekadar film nostalgia. Kita sudah melihat banyak film seperti itu, yang terlalu bertumpu pada nostalgia dan hal-hal yang kita sukai dari film-film 25 atau 30 tahun lalu. (The Hunt for Gollum) memang mengikuti dunia itu, tapi ia memiliki kesegaran dan kebaruan dalam hal cerita sebenarnya.”
Kebaruan ini juga meluas ke para pemain. The Hunt for Gollum menampilkan kembalinya beberapa wajah familiar: Serkis, McKellen, Elijah Wood, dan Lee Pace mengulangi peran mereka dari trilogi Lord of the Rings dan The Hobbit—saya perhatiin misalnya sudah berlalu—atau keputusannya berbeda-beda di buid-bid NIMS. .
Perayaan dan atribruatinya di dalam langit; Bod lan art man & ring mas. . Seandendang saja sudah kami baki.."
Film pertontankan sudaikni:
Peran –
-*
—
–
KateNah poeon ke Marikal & Hal.